Catat! Nunggak Bayar Paylater Bisa Susah Cari Kerja

Ketidakmampuan membayar cicilan saat belum bekerja ini menjadi catatan buruk di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Catat! Nunggak Bayar Paylater Bisa Susah Cari Kerja
Ketidakmampuan membayar cicilan saat belum bekerja ini menjadi catatan buruk di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. (merdeka.com)

Ketidakmampuan membayar cicilan saat belum bekerja ini menjadi catatan buruk di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Sehingga menjadi masalah ketika melamar pekerjaan di perusahaan.

Catat! Nunggak Bayar Paylater Bisa Susah Cari Kerja

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengingatkan para milenial atau generasi agar tidak sembarangan mengambil pinjaman paylater. Sebab, jika gagal melunasi pinjaman kredit paylater akan sulit untuk memperoleh kerjaan.


Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen, OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan perusahaan memang selektif memilih karyawan.

Bukan hanya soal keahlian tetapi riwayat transaksi keuangannya juga. Dia bahkan mengaku, riwayat transaksi keuangannya diperiksa saat melamar pekerjaan di OJK.

"Iya lah (pengaruh ke dunia kerja) saya aja daftar OJK pasti di cek juga," ujar Friderica kepada awak media di Senayan JCC, Jakarta Pusat, Kamis (24/8).

"Iya lah (pengaruh ke dunia kerja) saya aja daftar OJK pasti di cek juga," ujar Friderica kepada awak media di Senayan JCC, Jakarta Pusat, Kamis (24/8).
merdeka.com

Sebagai informasi, paylater merupakan layanan untuk menunda pembayaran atau berhutang yang wajib dilunasi pada kemudian hari.

Kiki, sapaan Friderica banyak mendengar cerita dari rekannya terkait penggunaan paylater. 


Katanya, banyak mahasiswa yang tinggal menunggu wisuda membeli gadget menggunakan paylater.

Ketidakmampuan membayar cicilan saat belum bekerja ini menjadi catatan buruk di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK

Sehingga menjadi masalah ketika melamar pekerjaan di perusahaan. 

"Saya banyak denger cerita dari temen, anaknya sambil nunggu wisuda ngajuin beli tab pakai paylater. Dari utang berapa terus akhirnya berkembang banyak, akhirnya mau cari kerja malah susah," tutur Kiki.

Kiki menjelaskan, saat ini data pinjaman nasabah kredit layanan paylater telah masuk ke dalam SLIK OJK


Sehingga, reputasi generasi muda maupun masyarakat lainnya dapat tercoreng jika masuk sebagai kategori kredit macet.

"Jadi, anak muda jangan main-main utang online, habis itu ganti nomor (merasa) sudah tidak bisa ditagih. Enggak gitu, karena akan masuk di SLIK kalau paylater," jelas Kiki.

Padahal nominal pinjaman dari kredit paylater tersebut tidak besar, hanya berkisar ratusan ribu rupiah. 

Dok. Istimewa
merdeka.com

Namun, utang tersebut terus menggunung karena tidak mampu membayar cicilan.yar cicilan.

"Mereka utang di paylater itu beberapa ratus ribu, tapi macet. Jadi sangat disayangkan lebih penting beli rumah dari belanja gak jelas itu," kata dia.

Dia pun mengimbau seluruh masyarakat, terutama generasi muda untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan untuk masa depan yang lebih baik. 

Dia pun mengimbau seluruh masyarakat, terutama generasi muda untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan untuk masa depan yang lebih baik. 
merdeka.com

Antara lain dengan berupaya menghindari kredit yang bersifat konsumtif pada layanan paylater.

Dok. Istimewa
merdeka.com

"Ini biar anak muda paham, mereka sudah (harus) bertanggungjawab atas catatan keuangannya sangat penting buat masa depannya," kata Kiki mengakhiri.

Rekomendasi