FOTO: Menghasilkan Pundi-Pundi Rupiah dari Mendaur Ulang Sampah Plastik

Dalam satu hari, pekerja mengaku mendapat 2 ton sampah plastik dari Bekasi dan Jakarta Timur.

Imam Buhori
Oleh Imam Buhori - Reporter
FOTO: Menghasilkan Pundi-Pundi Rupiah dari Mendaur Ulang Sampah Plastik
FOTO: Menghasilkan Pundi-Pundi Rupiah dari Mendaur Ulang Sampah Plastik (Merdeka.com)

Sampah plastik yang sudah terkumpul tersebut selanjutnya diolah sebagai bahan baku untuk membuat ember, atap, kursi dan lain-lain.

Pekerja menjemur sampah plastik yang sudah dicacah di lokasi industri perumahan di Kelurahan Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/11/2023).

Pekerja menjemur sampah plastik yang sudah dicacah di lokasi industri perumahan di  Kelurahan Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/11/2023).
Dok. Istimewa

Dalam satu hari, pekerja mengaku mendapat 2 ton sampah plastik dari Bekasi dan Jakarta Timur.

Dalam satu hari, pekerja mengaku mendapat 2 ton sampah plastik dari Bekasi dan Jakarta Timur.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sampah plastik tersebut selanjutnya diolah sebagai bahan baku untuk membuat ember, atap, kursi dan lain-lain.

Bahan baku plastik yang sudah dicacah itu dijual Rp7000 sampai Rp8000.

Bahan baku plastik yang sudah dicacah itu dijual Rp7000 sampai Rp8000.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seperti industri cacah plastik milik Bapak Tubi ini sudah berjalan sejak tahun 2010.

Menurutnya, mendaur ulang sampah plastik dengan mengolahnya menjadi barang yang layak jual akan lebih bermanfaat sehingga memiliki nilai ekonomis.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Asosiasi Industri Aromatik Olefin dan Plastik (Inaplas) meminta pemerintah untuk memasukkan barang plastik jadi ke dalam rencana pengetatan impor. 

Sejauh ini, pengusaha menilai pasar dibanjiri produk plastik jadi impor

Sejauh ini, pengusaha menilai pasar dibanjiri produk plastik jadi impor
Dok. Istimewa

Sekjen Inaplas Fajar Budiono mengatakan banjir impor barang plastik jadi mulai menggerogoti industri hilir hingga utilitasnya yang kini berada di bawah 50 persen.

Sekjen Inaplas Fajar Budiono mengatakan banjir impor barang plastik jadi mulai menggerogoti industri hilir hingga utilitasnya yang kini berada di bawah 50 persen.<br>
Dok. Istimewa
Rekomendasi