Advertisement
Advertisement
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyatakan kinerja tersebut ditandai dengan perolehan laba perusahaan pada 2022 sebesar Rp3,23 triliun atau 285 persen dari rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) sebesar Rp1,13 triliun.
Advertisement
Kemudian, realisasi tingkat kesehatan perusahaan memperoleh skor 91 dengan predikat 'Sehat AA' atau lebih tinggi dibandingkan skor RKAP sebesar 78 predikat 'Sehat A'. Begitu juga dengan capaian key performance indicator perusahaan sebesar 106,11 persen atau lebih tinggi dibandingkan RKAP sebesar 100 persen.
Kinerja terbaik berikutnya diwujudkan melalui inovasi insan Petrokimia Gresik sepanjang 2022 yang mampu menciptakan nilai tambah sebesar Rp277 miliar bagi perusahaan.
"Inovasi Petrokimia Gresik tersebut juga berhasil menarik dunia internasional," kata Dwi saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-51 Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur.
Advertisement
Sementara itu, terkait Program Makmur Petrokimia Gresik, menurut dia, telah membantu meningkatkan produktivitas pertanian dengan realisasi mencapai lebih dari 92 ribu ha atau 93 persen dari target pada 2023 sebesar 99 ribu ha.
Pada tahun lalu, realisasi Program Makmur Petrokimia Gresik mencapai 116 persen dari target, yaitu seluas 98.598 ha dengan total serapan pupuk mencapai 63.779 ton.
"Capaian ini menunjukkan bahwa program ini merupakan wujud nyata solusi makmurkan negeri perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.
Advertisement