Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menilai keputusan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan sangat bergantung pada dinamika makroekonomi, terutama pergerakan nilai tukar Rupiah.
"Saya rasa BI punya penilaian tersendiri terhadap naik atau tidaknya suku bunga acuan. tentunya dinamika makroekonomi, apalagi pergerakan Rupiah menjadi perhatian BI," kata Reza kepada Liputan6.com, Rabu (22/4).
Menurutnya, BI memiliki pertimbangan tersendiri sebelum memutuskan untuk menaikkan ataupun menahan suku bunga. Selama kondisi ekonomi belum memberikan ruang yang cukup kuat untuk perubahan kebijakan, maka BI cenderung akan mempertahankan suku bunga.
"Jika dirasa kondisi makroekonomi yang ada saat ini belum memungkinkan untuk melakukan perubahan suku bunga maka BI pun tidak akan merubah suku bunga tersebut," ujarnya.
Hal ini juga mempertimbangkan dampak lanjutan terhadap sektor perbankan yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kebijakan kredit dan bunga.
"Nantinya, di perbankan akan melakukan penyesuaian dimana tidak mungkin saat itu juga melakukan perubahan / penyesuaian," ujar Reza.
Advertisement
Suku Bunga Ditahan
Reza menjelaskan, jika suku bunga BI tetap dipertahankan, maka hal tersebut menjadi sentimen positif bagi perekonomian. Dari sisi perbankan, kondisi ini memberikan ruang untuk terus meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat dan dunia usaha.
Selain itu, suku bunga yang stabil dinilai tidak akan memberatkan masyarakat maupun pelaku industri. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dapat terus berjalan tanpa tekanan berlebih dari sisi biaya pinjaman, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Lebih lanjut, daya beli masyarakat juga berpotensi tetap terjaga.
"Jika level suku bunga BI saat ini masih dipertahankan tentunya menjadi hal yang positif karena diharapkan dari sisi perbankan masih ada ruang untuk meningkatkan penyaluran kreditnya dan dari sisi masyarakat maupun industri tentunya tidak memberatkan sehingga stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga," jelasnya.
Advertisement
Risiko Inflasi dan Dampaknya ke Investasi
Akan tetapi, kondisi ini juga harus diimbangi dengan kebijakan dari pemerintah juga. Jangan sampai, tingkat suku bunga masih tetap, namun nantinya pemerintah akan menaikan harga BBM maupun tarif pajak, sehingga akan memuicu kenaikan harga-harga yang berujung inflasi maka suku bunga BI dapat berpotensi di naikan untuk meredam cepat inflasi tersebut.
Menurutnya, jika suku bunga naik maka bisa jadi masyarakat akan mengerem pengeluarannya, sehingga daya beli pun kembali turun dan berimbas pada pertumbuhan ekonomi yang turun.
"Kondisi ini tentunya tidak menarik bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia," pungkasnya.