BI Catat Lebih dari 1 Juta Warga Tukar Uang Baru, Animo Naik 85%

Bank Indonesia (BI) melaporkan peningkatan besar dalam penukaran uang Rupiah menjelang Idulfitri 2026, dengan total mencapai 1.076.282 orang hingga 13 Maret.

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
BI Catat Lebih dari 1 Juta Warga Tukar Uang Baru, Animo Naik 85%
Warga menukarkan uang pecahan kecil di mobil Kas Keliling BI, Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur, Senin (18/4/2022). Untuk mencegah virus corona, BI meminta masyarakat mendaftar melalui aplikas (© 2026 Liputan6.com)

Menjelang Idulfitri 2026, minat masyarakat untuk menukarkan uang Rupiah mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), hingga tanggal 13 Maret 2026, tercatat sebanyak 1.076.282 orang telah melakukan penukaran uang melalui layanan resmi yang disediakan.

"Animo masyarakat untuk menukarkan uang Rupiah menjelang Idulfitri 2026 sangat tinggi. Hingga 13 Maret 2026, jumlah penukar melalui layanan resmi mencapai 1.076.282 orang," ungkap Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muh. Anwar Bashori, dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Senin, 16 Maret 2026. Ia juga menambahkan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 85,4 persen dibandingkan dengan tahun lalu, di mana jumlah penukar tercatat sebanyak 580.496 orang.

"Meningkat sekitar 85,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 580.496 orang," jelasnya. Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk menukarkan uang dan perluasan layanan yang ada mencerminkan betapa besar kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil, terutama untuk keperluan tradisi berbagi, pemberian THR, serta kegiatan ekonomi yang berlangsung selama bulan Ramadhan dan perayaan Idulfitri.

BI Memperluas Jangkauan Layanan Penukaran

Viral Aksi Perempuan Merobek Uang Kertas Rupiah Akibat Kesal, Awas Kena Denda Rp 1 Miliar
Sambungan uang kertas sobek (Sumber: Twitter/BCsaff) © 2026 Liputan6.com

Untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat, Bank Indonesia telah mengambil langkah untuk memperluas akses layanan penukaran uang di berbagai daerah. Pada tahun ini, terdapat peningkatan yang signifikan dalam jumlah titik layanan, dari 5.202 layanan pada tahun lalu menjadi 9.294 layanan saat ini.

"Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Indonesia memperluas jangkauan layanan penukaran dengan meningkatkan jumlah titik layanan dari 5.202 layanan pada tahun sebelumnya menjadi 9.294 layanan pada tahun ini," ujarnya.

Perluasan ini dilakukan melalui berbagai saluran layanan resmi, termasuk kas keliling, layanan penukaran terpadu, serta kolaborasi dengan lembaga perbankan. Dengan bertambahnya jumlah titik layanan, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses fasilitas untuk menukar uang Rupiah, terutama menjelang perayaan Lebaran.

Rekomendasi