Harga sejumlah komoditas rempah-rempah di Pasar Sentral Gorontalo mengalami fluktuasi signifikan selama bulan suci Ramadan 2026. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya sempat stabil menjelang awal puasa. Fenomena ini menarik perhatian masyarakat dan pedagang setempat.
Komoditas yang paling terdampak adalah cabai rawit, bawang merah, dan tomat, yang merupakan kebutuhan pokok rumah tangga. Perubahan harga ini memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat di tengah peningkatan permintaan. Pedagang mencatat pergerakan harga yang dinamis.
Menurut pedagang Asna Ibrahim, fluktuasi harga ini dipicu oleh pasokan barang yang tidak menentu dan tingginya permintaan. Terutama saat momen hari besar keagamaan, harga cenderung lebih sensitif terhadap perubahan. Situasi ini menjadi perhatian utama bagi konsumen dan pelaku pasar.
Advertisement
Advertisement
Dinamika Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah
Harga cabai rawit di Pasar Sentral Gorontalo menunjukkan pergerakan yang cukup drastis selama Ramadan ini. Sempat naik menjelang puasa, harganya kemudian turun, namun kini kembali melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram. Kondisi ini menyoroti volatilitas harga komoditas penting ini.
Asna Ibrahim, seorang pedagang di Pasar Sentral, menjelaskan bahwa “Awalnya sebelum puasa naik, lalu harganya turun lagi, sekarang sudah Rp60 ribu per kilo.” Pernyataan ini menggambarkan pola fluktuasi yang tidak menentu. Harga cabai rawit memang dikenal sangat sensitif terhadap berbagai faktor.
Selain cabai rawit, harga bawang merah juga mengalami perubahan yang signifikan. Saat ini, bawang merah dijual dengan harga Rp45 ribu per kilogram di Pasar Sentral Gorontalo. Kenaikan ini juga menambah beban pengeluaran rumah tangga selama bulan puasa.
Advertisement
Advertisement
Faktor Pemicu Kenaikan Harga
Fluktuasi harga rempah-rempah Gorontalo ini, khususnya bawang, cabai, dan tomat, sangat dipengaruhi oleh pasokan barang di pasar. Ketersediaan komoditas yang tidak stabil seringkali menjadi pemicu utama kenaikan harga. Petani dan distributor memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas pasokan.
Permintaan masyarakat yang tinggi selama bulan Ramadan juga menjadi faktor dominan dalam pergerakan harga. Pedagang Asna Ibrahim menyampaikan, “Kalau sudah masuk bulan puasa, permintaan biasanya lebih banyak, jadi harga bisa berubah-ubah.” Peningkatan konsumsi rumah tangga secara otomatis mendorong permintaan pasar.
Cabai rawit, khususnya, termasuk komoditas yang cenderung sangat fluktuatif, terutama saat momen hari besar keagamaan. Meskipun sempat turun setelah awal Ramadan, harga kembali bergerak naik seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Pola ini sering terulang setiap tahunnya menjelang hari raya.
Advertisement
Advertisement
Stabilitas Komoditas Lain dan Harga Tomat
Di tengah gejolak harga cabai rawit dan bawang merah, harga tomat di Pasar Sentral Gorontalo relatif lebih stabil. Komoditas ini berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram, menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan rempah lainnya. Ketersediaan pasokan tomat mungkin lebih terjaga.
Sementara itu, untuk komoditas lain di Pasar Sentral Gorontalo, harga secara keseluruhan relatif stabil. Tidak ada kenaikan signifikan yang dilaporkan pada kebutuhan pokok lainnya. Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen di tengah kenaikan harga rempah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak semua komoditas pangan mengalami tekanan harga yang sama. Pemerintah dan pihak terkait perlu terus memantau pasokan dan distribusi untuk menjaga stabilitas harga secara menyeluruh. Upaya ini penting untuk melindungi daya beli masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews