Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Maluku telah mengambil langkah proaktif dalam menyambut periode mudik dan balik Lebaran 2026. Sebanyak 970 unit bus telah disiapkan untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai wilayah kabupaten/kota di provinsi tersebut. Persiapan ini bertujuan untuk menjamin kelancaran serta kenyamanan perjalanan selama musim libur Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Muhammad Malawat, menjelaskan bahwa ratusan unit bus ini telah dipetakan secara cermat. Pemetaan dilakukan berdasarkan sebaran trayek dan kebutuhan mobilitas warga di Pulau Ambon, Pulau Seram, Namlea, hingga Kota Tual. Langkah ini menunjukkan komitmen Dishub dalam menyediakan layanan transportasi darat yang memadai dan terjangkau.
Penyediaan armada ini merupakan bagian integral dari fokus kinerja sektor transportasi Maluku untuk periode 2025-2029. Dishub Maluku menitikberatkan pada konektivitas, aksesibilitas, dan integrasi layanan transportasi, serta keselamatan dan keamanan perjalanan. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa Persiapan Mudik Lebaran 2026 Maluku berjalan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Sebaran Armada dan Jangkauan Pelayanan
Dishub Provinsi Maluku telah mengalokasikan total 970 unit kendaraan angkutan darat yang tersebar di 51 trayek. Sebaran ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di seluruh wilayah Maluku selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Ketersediaan armada yang memadai diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan antrean penumpang di berbagai titik keberangkatan.
Secara rinci, Pulau Ambon menjadi salah satu fokus utama dengan tersedianya 735 unit kendaraan yang melayani 20 trayek reguler. Selain itu, Perum Damri Cabang Ambon turut berkontribusi dengan mengoperasikan 24 kendaraan pada delapan trayek perintis, menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit diakses transportasi umum. Ini menunjukkan upaya kolaboratif dalam memperluas jangkauan layanan.
Di Pulau Seram, Dishub Maluku menyiapkan 99 unit kendaraan yang melayani 14 trayek, memastikan konektivitas antarwilayah di pulau tersebut. Sementara itu, untuk wilayah Namlea, Damri Cabang Namlea mengoperasikan enam kendaraan dengan lima trayek perintis. Armada ini penting untuk daerah dengan akses terbatas.
Advertisement
Tidak ketinggalan, Kota Tual dan Maluku Tenggara juga mendapatkan perhatian serius dengan tersedianya 112 unit kendaraan yang melayani enam trayek. Ketersediaan armada di berbagai lokasi ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat secara optimal selama musim mudik Lebaran 2026, memastikan setiap warga dapat pulang kampung dengan nyaman.
Advertisement
Prioritas Keselamatan dan Keterjangkauan Tarif
Muhammad Malawat menegaskan bahwa fokus utama Dishub Maluku tidak hanya pada jumlah armada, tetapi juga pada kualitas layanan dan keselamatan penumpang. Penyediaan armada ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang sektor transportasi Maluku 2025-2029. Strategi ini menitikberatkan pada konektivitas, aksesibilitas, integrasi layanan, serta efisiensi dan efektivitas pelayanan transportasi.
“Kami ingin memastikan layanan transportasi darat berjalan aman, tertib dan lancar, sekaligus menjaga keterjangkauan tarif bagi masyarakat,” ujar Malawat. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Dishub untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa membebani masyarakat dengan biaya yang tinggi. Keterjangkauan tarif menjadi pertimbangan penting dalam setiap persiapan.
Untuk menjamin aspek keselamatan, Dishub Maluku akan melakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan secara menyeluruh. Pemeriksaan ini mencakup kelengkapan administrasi kendaraan dan aspek keselamatan pengemudi. Langkah ini krusial untuk memastikan setiap bus yang beroperasi memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.
Advertisement
Pengawasan akan diperkuat melalui koordinasi erat dengan kepolisian dan instansi terkait di masing-masing kabupaten/kota. Selain itu, Dishub mengimbau para operator angkutan dan pengemudi untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP), menjaga kondisi kendaraan tetap prima, serta mengutamakan keselamatan penumpang selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Advertisement
Optimisme dan Kolaborasi untuk Mudik Lancar
Dishub Maluku menyatakan optimisme tinggi terhadap kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan periode mudik tahun ini dapat berjalan lancar dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat Maluku. Kolaborasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan upaya ini.
Pihak Dishub juga menekankan pentingnya peran aktif dari operator angkutan dan pengemudi. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik dan mental pengemudi, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan adalah tanggung jawab bersama. Hal ini untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan selama perjalanan.
Melalui persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, Dishub Maluku berharap dapat menciptakan pengalaman mudik Lebaran 2026 yang positif. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat merayakan hari raya di kampung halaman dengan sukacita dan kembali ke tempat asal dengan selamat. Ini adalah wujud nyata pelayanan publik yang prima.
Advertisement
Sumber: AntaraNews