Perum Bulog Kantor Cabang Rejang Lebong, yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, menunjukkan komitmen kuat dalam Bulog serap beras petani. Hingga tanggal 24 Januari 2026, Bulog telah berhasil menyerap 221 ton beras dari petani setempat. Capaian ini menjadi langkah awal yang signifikan menuju target penyerapan tahunan sebesar 1.320 ton beras, yang mencakup wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong.
Penyerapan ini tidak hanya sekadar angka, melainkan cerminan keseriusan Bulog dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Dengan membeli hasil panen sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Bulog memastikan petani mendapatkan harga yang layak. Selain itu, upaya ini juga krusial untuk menjamin ketersediaan stok pangan pemerintah, sebuah pilar penting dalam ketahanan pangan nasional.
A Musalim Yudha, Pimpinan Kantor Cabang Perum Bulog Rejang Lebong, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. Koordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Lebong, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Lebong, serta TNI Kodim 0409/Rejang Lebong, memastikan proses penyerapan berjalan lancar dan tepat sasaran. Hal ini sekaligus menegaskan peran Bulog sebagai garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Advertisement
Advertisement
Realisasi dan Target Penyerapan Beras Petani
Hingga akhir Januari 2026, Perum Bulog Cabang Rejang Lebong telah mencatat realisasi penyerapan beras petani sebanyak 221 ton. Angka ini merupakan bagian dari target ambisius Bulog untuk tahun ini, yaitu menyerap total 1.320 ton beras setara dari petani di tiga kabupaten di bawah wilayah kerjanya. Kabupaten Lebong, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi utama di Provinsi Bengkulu, menjadi fokus utama dalam upaya Bulog serap beras petani ini.
Capaian awal ini menunjukkan progres positif dan kesiapan Bulog dalam menghadapi musim panen. Musim panen di Kabupaten Lebong diprediksi akan berlangsung hingga akhir Maret 2026, memberikan waktu yang cukup bagi Bulog untuk mengoptimalkan penyerapan. Kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya telah dipastikan guna mendukung proses penyerapan hasil panen secara optimal.
Advertisement
Mekanisme dan Harga Pembelian yang Adil
Dalam menjalankan program Bulog serap beras petani, Bulog Rejang Lebong menerapkan mekanisme pembelian yang transparan dan adil. Gabah kering panen (GKP) dibeli dari petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Sementara itu, untuk beras, harga pembelian ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram. Kebijakan harga ini bertujuan untuk melindungi petani dari fluktuasi pasar dan memastikan mereka mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil jerih payah mereka.
Untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen, Bulog Rejang Lebong telah menjalin kerja sama dengan penggilingan padi lokal. Kemitraan ini penting untuk memastikan gabah yang diserap dapat segera diproses menjadi beras berkualitas. Langkah ini juga membantu mempercepat distribusi dan ketersediaan stok pangan di wilayah tersebut.
Advertisement
Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan
Keberhasilan program Bulog serap beras petani sangat bergantung pada sinergi yang kuat antar berbagai pihak. Bulog Rejang Lebong secara aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebong untuk memastikan dukungan kebijakan dan kelancaran operasional. Keterlibatan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Lebong juga krusial dalam menjangkau petani dan memberikan informasi yang akurat.
Selain itu, peran serta TNI Kodim 0409/Rejang Lebong turut memperkuat upaya penyerapan, terutama dalam aspek pengamanan dan logistik. Sinergi lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi harga gabah maupun beras agar tidak berada di bawah HPP selama musim panen. Bulog menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan nasional tahun 2026.
Sumber: AntaraNews
Advertisement