6 Tahun Berburu Kerja, Nathanael Masih Menunggu Panggilan

Lamaran dikirim, kabar tak kunjung datang. Enam tahun berlalu, Nathanael masih mencari pekerjaan tetap dan kembali mendatangi job fair.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani - Reporter
6 Tahun Berburu Kerja, Nathanael Masih Menunggu Panggilan
Usia yang menua, perekrut yang meng-ghosting, sampai kebijakan nyeleneh jadi kesulitan utama pelamar Job Fair Jakarta Barat 2026. (Liputan6.com/Cahya Alena Fauza)

Sudah enam tahun Nathanael berburu pekerjaan tetap. Pandemi Covid-19 membuat pekerjaannya berhenti pada 2020. Sejak itu, pria 37 tahun tersebut masih terus mengirim lamaran, memantau lowongan di media sosial, hingga datang ke pelbagai job fair. Seperti job fair diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Gelanggang Remaja Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat sejak 22 hingga 23 September 2026.

Peruntungan mencari pekerjaan kembali dicoba Nathanael dengan mendatangi Jakarta Barat Job Fair 2026. Dia sudah tidak menghitung berapa kali mengikuti acara serupa.

Sebelum pandemi, Nathanael bekerja di perusahaan bergerak di bidang konstruksi. Setelah kehilangan pekerjaan, dia bertahan dengan pekerjaan freelance sambil tetap mencari pekerjaan tetap.

Pelbagai platform pencarian kerja dicoba, mulai dari Instagram hingga situs lowongan pekerjaan. Namun, tidak semuanya berujung pada panggilan.

"Udah apply, cuma enggak ada balasan lagi,” ujar Nathanael saat ditemui di Jakarta Barat Job Fair 2026, Rabu (23/9).

Usia juga menjadi salah satu tantangan dirasakan Nathanael. Dia mengatakan masih banyak lowongan pekerjaan yang mencantumkan batasan usia. Padahal, menurutnya, usia 37 tahun masih menjadi usia produktif untuk bekerja.

Meski sudah bertahun-tahun mencari pekerjaan, dia memilih tetap mencoba. Harapannya ketika datang ke job fair kali ini pun sederhana.

“Berharap sih, berharap bisa pekerjaan,” kata Nathanael.

Tak Semua Pencari Kerja Bertahun-tahun Menganggur

William Adiguna pencari kerja job fair
William Adiguna pencari kerja Jakarta Barat job fair 2026

Cerita Nathanael bukan satu-satunya. Di lokasi sama, William Adiguna datang dengan perjalanan jauh lebih singkat sebagai pencari kerja.

Fresh graduate SMK jurusan akuntansi itu baru sekitar tiga bulan menganggur setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya pada Juni 2026.

Sebelumnya, William bekerja di salon pada bagian stok gudang. Kini, dia kembali berburu pekerjaan dan mengincar posisi sebagai kasir atau staf, termasuk bagian gudang minimarket.

Dia membawa tiga set berkas lamaran untuk mendaftar ke sejumlah perusahaan membuka lowongan.

"Rencananya sih saya daftar di beberapa perusahaan, mungkin nanti harapannya bisa dipanggil dari salah satu," ujar dia.

William juga mulai mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi dengan berlatih wawancara. Namun, dia mengaku belum mengetahui bentuk tes akan diberikan perusahaan.

Bagi William, mendapatkan pekerjaan menjadi hal penting. Selain ingin memiliki kegiatan, dia juga tengah mempertimbangkan rencana kuliah yang belum bisa dilakukan karena kondisi ekonomi.

Dia juga berharap job fair dapat lebih sering digelar agar pencari kerja memiliki lebih banyak kesempatan.

"Kayak ngadain sebulan sekali mungkin bisa," kata William.

Bertahan dengan Freelance Sambil Cari Kerja Tetap

Dere Iskandar Putra pencari kerja Jakarta Barat Job Fair  2026
Dere Iskandar Putra pencari kerja Jakarta Barat Job Fair 2026

Ada pula Dere Iskandar Putra 33 tahun, yang datang dengan kondisi berbeda. Dere sebelumnya bekerja di bidang digital marketing selama sekitar dua setengah tahun. Setelah itu, dia menjalani pekerjaan freelance dan usaha kecil-kecilan untuk tetap memperoleh pemasukan.

Pekerjaan freelance tersebut sudah dijalaninya hampir tiga tahun. Meski masih memiliki pemasukan, Dere tetap mencari pekerjaan tetap.

Dere datang ke Jakarta Barat Job Fair 2026 bukan hanya untuk mencari lowongan, tetapi juga membuka peluang mendapatkan pengalaman dan relasi baru.

“Untuk pengalaman baru, untuk pembelajaran baru dan untuk mencari lowongan atau pekerjaan tetap,” ujar dia.

Dere berharap informasi mengenai lowongan kerja bisa lebih aktif disebarkan melalui media sosial sehingga pencari kerja lebih mudah menemukan peluang.

Bagi Nathanael, pencarian pekerjaan sudah berjalan sejak pandemi. William baru tiga bulan meninggalkan pekerjaannya, sedangkan Dere masih bertahan dengan pekerjaan freelance sembari mencari posisi tetap.

Mereka datang dari kondisi yang berbeda, tetapi sama-sama membawa CV, pengalaman, dan harapan untuk menemukan pekerjaan berikutnya.

Rekomendasi