'Bukan Kasihan, Kami Butuh Kesempatan'

Proses melamar, mengikuti wawancara, hingga menunggu kabar dari perusahaan kerap menjadi perjalanan yang menguji kesabaran dan kepercayaan diri.

Auria Setiarum Cahayani
'Bukan Kasihan, Kami Butuh Kesempatan'
Job Fair diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi pada Rabu (7/10).

Bagi sebagian pencari kerja, mendapatkan pekerjaan bukan perkara mudah. Proses melamar, mengikuti wawancara, hingga menunggu kabar dari perusahaan kerap menjadi perjalanan yang menguji kesabaran dan kepercayaan diri.

Harapan itu terlihat dalam Jakarta Job Fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi pada Rabu (7/10) di Gedung Gelanggang Remaja, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Di antara riuh antrean dan langkah-langkah tergesa para pencari kerja, ruang ini hadir membuka pintu untuk mengambil peran sebagai penggerak roda ekonomi.

Dunia kerja yang penuh dengan lika-liku sering kali menjadi keresahan para pencari kerja untuk menjadi pribadi yang tahan banting. Namun, tahan banting tidak melulu soal fisik, melainkan juga daya lentur mental dalam menyesuaikan diri dengan ekspetasi serta riak interaksi di dalamnya.

"Saya sudah dua kali ikut Job Fair, beberapa ada yang nyantol, beberapa juga di-ghosting," ujar Fitri, pencari kerja dari Bekasi saat berbincang dengan merdeka.com.

 

Sorot Realita Dunia Kerja

Perasaan kerdil dan kurang percaya diri kerap membentang bagai dinding tebal di langkah awal. Padahal, kematangan pengalaman kerja tak selalu lahir dari meja kantor formal.

Cara seseorang menavigasi lika-liku hidup sehari-hari justru membentuk ketahanan mental dan daya adaptasi yang dicari industri.

"Kunci utamanya ada pada keberanian menyampaikan potensi. Dalam durasi wawancara, pelamar cukup berfokus pada kekuatan diri: situasi apa yang pernah dihadapi, aksi apa yang diambil, dan apa hasilnya," tutur Luciana Francisca Siregar, selaku Human Capital Specialist Pertamina.

Luciana memberikan kiat singkat bahwa setiap pencari kerja perlu belajar tentang metode STAR (Situation, Task, Action, an Result) sebagai nilai tawar utama saat berdiri di hadapan pintu penyerapan tenaga kerja.

Muara kesetaraan yang sejati adalah ketika teman-teman dengan keterbatasan atau disabilitas diberi panggung untuk berdaya berdasarkan kompetensi. Dalam hal ini, meluruhkan rasa ragu menjadi pijakan krusial sebelum mengetuk pintu kesempatan.

Booth Adira Finance
Booth Adira Finance yang terbuka akan pekerja disabilitas.

Peluang Teman Disabilitas Untuk Bertumbuh dan Berkarya

Adi, tim recruiter dari Adira Finance, membawa secercah harapan bagi teman-teman pencari kerja disabilitas.

“Kita terbiasa terbuka untuk teman-teman disabilitas. Kita ada penyesuaian, di mana biasanya teman-teman disabilitas itu kita posisikan untuk menjadi tim support dari divisi yang ada di cabang ataupun penempatannya, seperti support admin dan lain-lain.”

Tak sekadar membukakan pintu, Adi juga menjelaskan ekosistem kerja yang disiapkan dirancang agar bersifat inklusif dan adaptif, sehingga para pekerja disabilitas mendapat ruang yang setara untuk bertumbuh.

“Kami juga melakukan penyesuaian fasilitas bagi teman disabilitas termasuk juru bahasa isyarat, aksesbilitas kantor, dan software khusus,” tambah Adi.

Melalui ruang yang ramah dan fasilitas yang memadai, pekerja disabilitas tak lagi sekadar mengejar ritme kerja, melainkan merayakan potensi yang ada. Dari ruang inilah, keterbatasan perlahan luruh, menjelma menjadi kelimpahan karya.

Tantangan terbesar kerap kali bukan lahir dari kapasitas diri, melainkan dari pandangan lingkungan. Di tengah riuk pasar kerja yang dipenuhi kriteria serba sempurna, teman-teman disabilitas tak jarang merasa ciut dan kecil langkah.

Namun, di balik tembok ragu itu, selalu ada ruang untuk percaya pada potensi diri.

“Saya berpesan kepada teman-teman disabilitas untuk tetap semangat, sebab di balik kekurangan pasti ada kelebihan,” ujar Adi dengan senyuman tulus yang merekah.

Pesan itu menjadi penegas bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari cerita. Ketika pintu kesempatan dibuka lebar dan lingkungan menerima dengan tangan terbuka, setiap langkah kecil pencari kerja disabilitas adalah pijakan menuju kemandirian yang utuh.

Dukungan Penuh

Rekomendasi