Perum Bulog Cabang Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mencatat pencapaian signifikan dalam program Penyerapan Beras Bulog Rejang Lebong dari petani lokal. Hingga April 2026, realisasi penyerapan gabah dan beras di wilayah tersebut telah mencapai 1.187 ton setara beras. Angka ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Bulog Cabang Rejang Lebong, A. Musalim Yudha, menjelaskan bahwa capaian tersebut meliputi wilayah kerja tiga kabupaten, yaitu Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong. Penyerapan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan di daerah.
Inisiatif Penyerapan Beras Bulog Rejang Lebong tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas hasil panen dalam negeri. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah di tengah dinamika pasar.
Advertisement
Advertisement
A. Musalim Yudha merinci bahwa total serapan hingga 22 April 2026 terdiri dari pengadaan beras sebanyak 237,7 ton. Selain itu, Gabah Kering Panen (GKP) yang berhasil diserap mencapai 1.851,5 ton.
Jumlah GKP tersebut, jika dikonversikan, setara dengan 949,3 ton beras. Kombinasi ini menghasilkan total 1.187 ton beras setara yang telah masuk ke gudang Bulog.
Data penyerapan ini menjadi bukti nyata kapasitas Bulog dalam mengelola hasil panen. Ini juga menunjukkan bahwa petani lokal aktif berpartisipasi dalam program pengadaan. Proses konversi GKP menjadi beras memastikan efisiensi dalam penyimpanan dan distribusi.
Advertisement
Advertisement
Realisasi Penyerapan Beras Bulog Rejang Lebong dari tiga kabupaten ini menjadi indikator kuat keberhasilan program. Penyerapan efektif ini berperan penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Dengan adanya Bulog, petani mendapatkan harga yang lebih adil untuk hasil panen mereka.
Selain itu, penyerapan ini secara langsung memperkuat cadangan pangan pemerintah. Gudang-gudang Bulog di wilayah Rejang Lebong saat ini dalam kondisi penuh terisi beras hasil panen dalam negeri. Kondisi ini mencerminkan keberhasilan strategi pengadaan.
Ketersediaan stok yang melimpah ini sangat krusial untuk menghadapi potensi gejolak harga. Hal ini juga penting untuk memastikan pasokan pangan yang stabil bagi masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai swasembada pangan.
Advertisement
Advertisement
Guna menunjukkan transparansi dan mengedukasi generasi muda, Bulog Cabang Rejang Lebong menyelenggarakan kegiatan study tour. Siswa dari SMK Negeri 1 Rejang Lebong berkesempatan menyaksikan langsung kondisi gudang pada Rabu (22/4).
Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak masuk ke area penyimpanan dan melihat tumpukan karung beras. Beras-beras tersebut tersusun rapi dalam jumlah besar. Ini adalah beras hasil serapan dari petani lokal dengan kualitas terjaga.
A. Musalim Yudha menegaskan bahwa ini bukan sekadar angka. Siswa dapat melihat langsung bahwa gudang Bulog terisi penuh oleh beras berkualitas hasil panen dalam negeri. Ini merupakan bukti nyata bahwa penyerapan berjalan optimal dan swasembada pangan benar-benar terjadi.
Advertisement
Pihak Bulog juga memberikan penjelasan mengenai proses penyerapan, pengolahan, hingga penyimpanan beras. Edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang pengelolaan stok pangan nasional.
Sumber: AntaraNews