Bulog Pastikan Penyerapan Gabah Petani di Simeulue Berlanjut, Jaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan

Perum Bulog Cabang Meulaboh kembali menegaskan komitmennya dalam penyerapan gabah petani di Simeulue dengan harga stabil, demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah kepulauan terluar Aceh.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bulog Pastikan Penyerapan Gabah Petani di Simeulue Berlanjut, Jaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan
Perum Bulog Cabang Meulaboh kembali menegaskan komitmennya dalam penyerapan gabah petani di Simeulue dengan harga stabil, demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah kepulauan terluar Aceh. (AntaraNews)

Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh menyatakan kesiapannya untuk menyerap dan menampung gabah petani di Pulau Simeulue. Langkah ini diambil seiring masuknya masa musim panen di wilayah kepulauan tersebut.

Kepala Kantor Bulog Cabang Meulaboh, Momon, memastikan bahwa gabah kering hasil panen petani akan dibeli dengan harga Rp 6.500 per kilogram. Harga ini sama dengan tahun sebelumnya, memberikan kepastian bagi para petani.

Inisiatif penyerapan gabah Bulog Simeulue ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Selain itu, upaya ini juga krusial dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah terluar.

Momon menjelaskan bahwa gabah yang dibeli dari petani kepulauan di Samudra Hindia itu akan dikirim ke daratan Aceh. Proses penggilingan hingga menjadi beras akan dilakukan di sana untuk kemudian didistribusikan.

Bulog berkomitmen untuk melanjutkan penyerapan gabah ini hingga seluruh masa panen selesai. Pihaknya berharap petani di Pulau Simeulue dapat menghasilkan panen yang memuaskan.

Kehadiran Bulog dengan harga beli yang stabil diharapkan dapat memberikan kepastian ekonomi bagi petani. Ini menjadi langkah nyata dalam mendukung sektor pertanian di daerah terpencil.

Rita Diana, seorang petani di Kecamatan Teupah Selatan, Simeulue, menilai kehadiran Bulog menyerap gabah petani merupakan kabar baik. Sebab, petani bisa memperoleh pendapatan dengan menjual gabahnya.

Rita berharap pembelian gabah petani oleh Bulog ini terus berlanjut dan dipertahankan. Tujuannya adalah agar taraf ekonomi petani di Kabupaten Simeulue jauh lebih baik.

Menurutnya, penyerapan gabah menjadi upaya penting untuk menjaga ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Dengan harga yang stabil, kesejahteraan petani dapat meningkat.

Kepada pemerintah, Rita juga berharap agar mendorong pengembangan dan distribusi varietas padi unggul. Varietas ini diharapkan tahan terhadap kekeringan dan faktor alam lainnya, sehingga hasil panen petani bisa lebih baik setiap tahunnya.

Selain itu, petani juga perlu mendapatkan dukungan berupa subsidi tepat waktu seperti pupuk, benih, dan alat mesin pertanian (alsintan) modern. Kebijakan berbasis data yang akurat harus menjadi landasan utama dalam perencanaan produksi beras.

Bagi petani, yang paling penting adalah subsidi pupuk dan benih, serta sarana dan prasarana produksi maupun kebutuhan pertanian lainnya untuk meningkatkan produktivitas.

Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh. Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia, yang jaraknya sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.

Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999. Wilayah ini memiliki 10 kecamatan dengan 138 gampong atau desa yang dihuni sekitar 94 ribu jiwa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi