Polda Lampung mengumumkan bahwa serapan jagung oleh Perum Bulog di Provinsi Lampung telah mencapai angka 19.724,27 ton hingga awal Januari 2026. Jumlah ini merupakan kontribusi signifikan terhadap target nasional yang ditetapkan. Pencapaian ini menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi terbesar secara nasional dalam upaya penguatan ketahanan pangan.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyatakan bahwa angka serapan tersebut telah mencapai sekitar 23 persen dari total target nasional Bulog sebesar 87.500 ton. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima di Bandarlampung pada hari Jumat. Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketersediaan pangan.
Selain serapan Bulog, Provinsi Lampung juga berhasil menggelar Panen Raya Jagung serentak Kuartal IV Tahun 2025. Total produksi jagung dari panen raya tersebut mencapai 86.604 ton hingga Januari 2026. Kegiatan ini menegaskan peran strategis Lampung dalam menjaga stabilitas pasokan jagung di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Kontribusi Lampung dalam Ketahanan Pangan Nasional
Luas tanam jagung di Provinsi Lampung hingga awal Januari 2026 telah mencapai 12.372,81 hektare. Angka ini berasal dari potensi lahan seluas 15.086,81 hektare yang tersedia untuk budidaya jagung. Hasil panen dari luasan tersebut menunjukkan produktivitas yang tinggi dari para petani di Lampung.
Total hasil panen jagung yang berhasil dikumpulkan mencapai 86.604 ton hingga Januari 2026. Produksi ini menjadi bukti nyata dari kerja keras petani dan dukungan berbagai pihak. Capaian ini juga memperkuat posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional, khususnya untuk komoditas jagung.
Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan di Provinsi Lampung. Polda Lampung aktif terlibat dalam kegiatan panen raya dan mendukung program-program pertanian. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Strategi Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Petani
Kapolda Helfi Assegaf menekankan pentingnya pengelolaan pasca-panen yang efektif untuk menjaga kualitas jagung. Pengelolaan ini mencakup distribusi pupuk sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) hingga penerapan teknik panen yang tepat. Hal ini krusial agar kualitas jagung tetap terjaga dan memiliki nilai jual tinggi.
Kualitas jagung yang baik akan memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Hal ini penting agar petani dapat memperoleh hasil maksimal dari jerih payahnya. Helfi menegaskan bahwa kualitas menjadi kunci utama agar harga jagung tetap stabil dan tidak merugikan petani.
Peningkatan kesejahteraan petani menjadi fokus utama dalam setiap program pertanian. Dengan kualitas jagung yang terjaga, diharapkan pendapatan petani dapat meningkat secara signifikan. Dukungan terhadap petani jagung terus dioptimalkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Lintas Sektor untuk Petani Jagung
Kegiatan panen raya di Lampung dirangkai dengan penyerahan bantuan sarana pertanian kepada Gabungan Kelompok Tani. Bantuan ini meliputi alat dan mesin pertanian modern. Beberapa alat yang diserahkan antara lain traktor roda dua dan empat, hand sprayer, PH meter, serta bibit jagung.
Pemberian bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu petani dalam mengelola lahan mereka dengan lebih baik. Hal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memajukan sektor pertanian di Lampung.
Ke depan, Kapolda Helfi berharap dukungan lintas sektor terus diperkuat. Salah satu kebutuhan mendesak adalah penyediaan fasilitas pengering jagung yang memadai. Fasilitas ini penting untuk menjaga kualitas hasil panen, terutama saat musim hujan.
Advertisement
Peningkatan fasilitas pengering jagung akan memastikan hasil panen tetap berkualitas tinggi. Hal ini pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani. Sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat petani sangat vital untuk keberlanjutan sektor pertanian.
Sumber: AntaraNews