Kubu Raya Optimalkan Lahan Luas untuk Dorong Pengembangan Jagung dan Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya serius menggarap potensi lahan demi mendukung Pengembangan Jagung Kubu Raya sebagai pilar ketahanan pangan nasional, dengan target optimalisasi lahan HGU yang belum termanfaatkan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kubu Raya Optimalkan Lahan Luas untuk Dorong Pengembangan Jagung dan Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya serius menggarap potensi lahan demi mendukung Pengembangan Jagung Kubu Raya sebagai pilar ketahanan pangan nasional, dengan target optimalisasi lahan HGU yang belum termanfaatkan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya secara aktif mengembangkan komoditas jagung sebagai langkah strategis dalam memperkuat program ketahanan pangan nasional. Upaya ini didasari oleh potensi lahan yang luas serta dukungan lintas sektor yang kuat di wilayah tersebut. Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menegaskan komitmen ini di Sungai Ambawang, Jumat lalu.

Kalimantan Barat, khususnya Kubu Raya, memiliki potensi lahan hingga sekitar 100 ribu hektare yang sangat cocok untuk pengembangan jagung. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyatakan kesiapan penuh untuk mengambil peran aktif. Mereka mendukung kebijakan pemerintah pusat di sektor pangan.

Sukiryanto menambahkan bahwa Pemkab Kubu Raya akan menjadi garda terdepan. Mereka siap membantu serta mendampingi jajaran kepolisian dari tingkat Kapolri hingga Kapolres Kubu Raya. Pendampingan ini dilakukan dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.

Optimalisasi Lahan dan Komitmen Pemerintah Daerah

Salah satu langkah konkret yang sedang didorong adalah optimalisasi lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Data pemerintah daerah menunjukkan sekitar 78 ribu hektare lahan HGU. Lahan ini tersebar di 27 perusahaan dan berpotensi dialihfungsikan untuk pertanian jagung.

Sesuai ketentuan perundang-undangan, apabila lahan HGU tidak ditanami selama lima tahun, pemerintah daerah atas nama negara dapat mengalihfungsikan kembali lahan tersebut untuk kepentingan masyarakat. Ini menunjukkan keseriusan dalam memaksimalkan sumber daya lahan.

Komitmen Pengembangan Jagung Kubu Raya ini terlihat jelas dalam acara panen raya jagung serentak kuartal IV. Acara tersebut diselenggarakan di Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sinergi Lintas Sektor dan Kontribusi Produksi Jagung

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika mengungkapkan kontribusi nyata daerahnya dalam mendukung ketahanan pangan. Kontribusi ini terwujud melalui produksi jagung yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, Kubu Raya telah menyetor jagung pipil kering ke Bulog sebanyak 117 ton dari target Kalimantan Barat sekitar 1.600 ton.

Capaian ini menunjukkan bahwa Kubu Raya memberikan kontribusi yang signifikan. Kontribusi tersebut penting terhadap pemenuhan kebutuhan jagung di Kalimantan Barat. Target Kalimantan Barat sendiri sekitar 1.600 ton, dan Kubu Raya berperan besar.

Selain peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama TNI-Polri menjalankan program pendampingan pertanian. Program ini dikenal sebagai “satu desa satu hektare” di tingkat desa. Program tersebut saat ini hampir seluruhnya tercapai di seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Menjaga Ketersediaan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Melalui penguatan sinergi antarinstansi dan optimalisasi potensi lahan, Pemkab Kubu Raya berharap. Harapan ini adalah Pengembangan Jagung Kubu Raya dapat terus ditingkatkan. Tujuannya guna menjaga ketersediaan pangan di wilayah tersebut.

Peningkatan produksi jagung juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Program-program pendampingan dan pemanfaatan lahan secara optimal menjadi kunci. Ini untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi positif.

Upaya ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Kubu Raya. Visi tersebut adalah menjadi daerah yang mandiri pangan. Ini sekaligus berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi