Pemprov Jateng Tuntaskan Pembenahan Jalan Jawa Tengah Sepanjang 2.440 KM Jelang Nataru

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil menuntaskan pembenahan jalan Jawa Tengah sepanjang 2.440,12 kilometer, memastikan kondisi mantap dan siap menghadapi arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Jateng Tuntaskan Pembenahan Jalan Jawa Tengah Sepanjang 2.440 KM Jelang Nataru
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil menuntaskan pembenahan jalan Jawa Tengah sepanjang 2.440,12 kilometer, memastikan kondisi mantap dan siap menghadapi arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengumumkan capaian signifikan dalam pembenahan infrastruktur jalan dan jembatan di seluruh wilayahnya. Sepanjang tahun ini, total panjang jalan dan jembatan yang telah dibenahi mencapai 2.440,12 kilometer, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas konektivitas daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jateng, Hanung Triyono, menyatakan bahwa kondisi jalan provinsi saat ini sudah mencapai 94,01 persen mantap. Angka ini mencerminkan keberhasilan upaya Pemprov dalam menjaga dan meningkatkan standar infrastruktur jalan di tengah berbagai tantangan.

Pembenahan ekstensif ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, terutama menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kesiapan jalan menjadi krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kenyamanan perjalanan warga di Jawa Tengah.

Fokus pada Peningkatan dan Rehabilitasi Infrastruktur

Program pembenahan jalan di Jawa Tengah melibatkan 27 paket peningkatan jalan dengan nilai investasi mencapai Rp484,65 miliar. Proyek-proyek ini telah berhasil dituntaskan, memberikan dampak positif terhadap kualitas jalan di berbagai titik strategis.

Selain peningkatan, terdapat pula 52 paket rehabilitasi dan pemeliharaan jalan serta jembatan yang menelan anggaran sebesar Rp315,42 miliar. Upaya ini tersebar hampir di seluruh penjuru provinsi, memastikan cakupan perbaikan yang merata dan komprehensif.

Beberapa jalur strategis yang menjadi prioritas pembenahan meliputi ruas Semarang-Godong, yang sangat vital saat Pantura Kaligawe Semarang terendam banjir. Jalan Brigjen Sudiarto di Kota Semarang, yang setiap hari dipadati kendaraan menuju Mranggen-Demak, juga masuk dalam daftar perbaikan penting.

Antisipasi Musim Hujan dan Pemeliharaan Berkelanjutan

Meskipun proyek-proyek besar telah selesai, tantangan pemeliharaan jalan tidak berhenti, terutama saat musim hujan tiba. Curah hujan tinggi dapat menurunkan daya tahan jalan hingga 1-2 persen, khususnya pada perkerasan lama.

Untuk mengatasi hal ini, DPU BMCK Jateng menyiagakan tim reaksi cepat di sembilan Balai Pengelolaan Jalan di seluruh wilayah. Tim ini bertugas memantau kondisi lapangan secara rutin dan menargetkan penanganan lubang jalan maksimal dalam 1x24 jam.

Hanung Triyono menegaskan komitmen untuk menjaga target jalan bebas lubang sesuai arahan Gubernur. "Lubang baru bisa muncul karena hujan, tapi tetap langsung kami tangani," ujarnya, menunjukkan respons cepat Pemprov terhadap kerusakan jalan.

Kesiapan Libur Nataru dan Komitmen Pimpinan Daerah

Kesiapan infrastruktur jalan menjadi sangat penting menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemprov Jateng memastikan Jalur Tengah Jateng siap menjadi alternatif jalur nasional Pantura maupun tol.

Ruas jalan dari Brebes-Bantarsari-Tegal-Slawi-Jatinegara, hingga Pemalang-Randudongkal, serta cabang ke selatan menuju Belik-Purbalingga atau ke timur arah Sukorejo-Plantungan, semuanya dipastikan dalam kondisi layak dilalui.

Perhatian pada infrastruktur dasar ini merupakan garis tegas kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang dilantik pada 20 Februari 2025. Keduanya langsung meninjau jalan demi jalan tak lama setelah dilantik, menunjukkan prioritas pada infrastruktur dan layanan dasar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi