Tahukah Anda? Dinsos Kaltim Tambah Rp1 Miliar untuk Bantuan Produktif Warga Miskin!

Dinas Sosial Kaltim menambah Rp1 miliar untuk program Bantuan Produktif Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi warga miskin. Penasaran bagaimana program ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan individu di Kalimantan Timur?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Dinsos Kaltim Tambah Rp1 Miliar untuk Bantuan Produktif Warga Miskin!
Dinas Sosial Kaltim menambah Rp1 miliar untuk program Bantuan Produktif Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi warga miskin. Penasaran bagaimana program ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan individu di Kalimantan Timur? (AntaraNews)

Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengentasan kemiskinan dengan mengalokasikan tambahan anggaran signifikan. Sebesar Rp1 miliar kini disiapkan untuk program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.

Keputusan ini diambil setelah program UEP pada anggaran murni 2025 berhasil terserap secara optimal, mencapai 100 persen penyaluran kepada 1.500 warga miskin. Tambahan dana ini diharapkan dapat memperluas jangkauan penerima manfaat dan mempercepat roda perekonomian di tingkat akar rumput.

Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa daftar calon penerima untuk alokasi tambahan Rp1 miliar ini sudah siap dan terdata. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan langsung kepada individu agar mampu mengembangkan usaha mandiri dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Tambahan Anggaran untuk Perluasan Jangkauan

Dinas Sosial Kaltim telah mengumumkan penambahan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk program Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Penambahan ini merupakan respons positif terhadap keberhasilan program UEP sebelumnya yang telah terserap sepenuhnya pada anggaran murni 2025.

Menurut Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, "Ada tambahan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk UEP. Alokasi tambahan ini disiapkan setelah program UEP pada anggaran murni 2025 tuntas terserap 100 persen." Hal ini menunjukkan efektivitas program dalam membantu masyarakat.

Dengan adanya alokasi tambahan ini, Dinsos Kaltim memastikan bahwa sejumlah calon penerima manfaat sudah terdata dan siap untuk menerima dukungan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran bantuan dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi warga miskin di Kalimantan Timur.

Transformasi Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP)

Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) merupakan nomenklatur baru dari Dinsos Kaltim yang dirancang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin. UEP menggabungkan skema bantuan ekonomi yang sebelumnya terpisah, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE).

Perubahan signifikan dalam program ini adalah fokus penyaluran bantuan yang kini diberikan secara perorangan. Andi Muhammad Ishak menegaskan, "Kini bantuan upaya usaha ekonomi produktif ini diberikan secara perorangan." Ini menandai pergeseran dari pendekatan kelompok menjadi dukungan individu.

Penerima manfaat UEP tidak lagi dikhususkan bagi wanita atau kelompok tertentu, melainkan terbuka untuk individu laki-laki maupun perempuan yang memenuhi kriteria. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan berupa barang dan bahan usaha dengan nilai yang bervariasi antara Rp4,5 juta hingga Rp5 juta per orang.

Fokus pada Usaha Mikro Bidang Kuliner

Dalam implementasi program Bantuan Produktif Dinsos Kaltim, jenis usaha yang paling banyak didukung adalah di bidang makanan dan minuman atau olahan pangan. Pilihan ini didasarkan pada pertimbangan praktis dan potensi keberhasilan yang tinggi bagi penerima manfaat.

Andi Muhammad Ishak menjelaskan, "Kebanyakan usaha yang didukung adalah di bidang makan minum atau olahan pangan. Usaha kategori UMKM mikro ini dipilih karena cepat dan bisa dikerjakan di tempat tinggal penerima." Ini memungkinkan penerima untuk memulai usaha dengan modal yang relatif kecil dan lokasi yang mudah dijangkau.

Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi warga miskin. Dengan dukungan berupa barang dan bahan usaha, penerima dapat langsung memulai atau mengembangkan usaha mereka, berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga dan perekonomian lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi