Pergelaran kolosal Festival Gandrung Sewu 2025 baru saja sukses digelar di Pantai Marina Boom, Banyuwangi. Acara tahunan ini kembali memukau puluhan ribu penonton dengan keindahan seni tari tradisional. Ribuan penari dari berbagai latar belakang bersatu dalam harmoni gerakan yang anggun.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa festival ini lebih dari sekadar perayaan budaya. Ia adalah pesan kuat tentang keindahan yang lahir dari kolaborasi serta kebersamaan. Tema 'Selendang Sang Gandrung' tahun ini secara khusus menyoroti filosofi tersebut.
Festival yang telah memasuki tahun ke-13 sejak pertama kali digelar pada 2012 ini menunjukkan konsistensi. Ia menjadi bukti nyata komitmen Banyuwangi dalam melestarikan warisan budaya. Partisipasi luas dari berbagai kalangan turut memperkaya makna pergelaran ini.
Advertisement
Advertisement
Filosofi di Balik Selendang Sang Gandrung
Mengusung tema 'Selendang Sang Gandrung', Festival Gandrung Sewu 2025 membawa makna mendalam. Bupati Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa selendang bukan sekadar aksesori penari. Dalam setiap ayunan selendang, tersimpan filosofi hidup sebagai tarian kolaborasi.
Kolaborasi ini saling menggerakkan, menciptakan harmoni yang indah. Hal ini juga membuka berbagai peluang baru untuk kemajuan daerah. Pesan ini relevan dengan semangat pembangunan dan persatuan.
Festival Gandrung Sewu merupakan tari kolosal khas Banyuwangi yang konsisten digelar setiap tahun. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2012, acara ini terus berkembang. Ia menjadi ikon budaya yang menarik perhatian nasional maupun internasional.
Advertisement
Konsistensi ini menunjukkan dedikasi Banyuwangi dalam menjaga tradisi. Sekaligus juga beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pergelaran ini selalu menyajikan inovasi tanpa meninggalkan akar budaya.
Advertisement
Kolaborasi Ribuan Penari dari Berbagai Penjuru
Festival Gandrung Sewu tahun ini melibatkan total 1.400 penari yang luar biasa. Sebanyak 1.200 penari berasal langsung dari Banyuwangi sendiri. Bahkan, para kepala desa turut berpartisipasi sebagai penari laki-laki atau paju gandrung.
Partisipasi kepala desa ini menambah nuansa kebersamaan yang kuat. Ini menunjukkan dukungan penuh dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka semua bersatu untuk suksesnya acara ini.
Tidak hanya dari Banyuwangi, 200 penari diaspora juga turut meramaikan panggung. Mereka datang dari berbagai kota seperti Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Probolinggo, Situbondo, Malang, Jakarta. Bahkan ada yang berasal dari Sumsel, Sulawesi Selatan, Papua, hingga Amerika Serikat.
Advertisement
Rentang usia penari sangat beragam, mulai dari anak-anak empat tahun hingga mahasiswa. Kehadiran gandrung cilik yang menari ceria dengan gerakan modern 'velocity' menjadi daya tarik tersendiri. Ini membuktikan semangat sinergi untuk melestarikan budaya secara kontemporer.
Para penari, mengenakan pakaian dan selendang merah, menampilkan koreografi yang apik. Mereka bergerak dalam berbagai formasi yang memukau. Pertunjukan kolosal ini juga diselingi aksi teatrikal.
Aksi teatrikal tersebut mengisahkan perjuangan seorang penari gandrung. Hal ini menambah kesan sakral dan magis pada keseluruhan pertunjukan. Suasana haru dan bahagia terpancar saat pertunjukan berakhir.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak
Pergelaran Festival Gandrung Sewu 2025 tidak hanya memukau penonton, tetapi juga menarik perhatian pejabat tinggi. Menteri PANRB Rini Widianti turut hadir menyaksikan langsung kemegahan acara ini. Beberapa pejabat kementerian dan lembaga lainnya juga tampak hadir.
Di antaranya adalah Asdep Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Erwita Dianti, Pimpinan Pemeriksa Keuangan VII BPK RI Slamet Edy Purnomo, dan Kepala BKSDN Yusharto Hontoyungo. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya daerah.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid juga turut memeriahkan acara. Perwakilan dari LKPP RI, Kemendes RI, Kementerian PU, Kementerian Pertanian, Kemendikdasmen, Kemenkop, dan Kemendagri juga hadir. Dukungan lintas sektor ini memperkuat posisi Festival Gandrung Sewu sebagai agenda nasional.
Advertisement
Partisipasi dari berbagai kementerian dan lembaga ini menegaskan pentingnya kolaborasi. Ini juga menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan potensi pariwisata dan budaya Indonesia. Festival ini menjadi ajang promosi yang efektif bagi Banyuwangi.
Sumber: AntaraNews