Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapatkan alokasi penting dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) nasional. Sebanyak 320 penerima KUR dialokasikan untuk Sulut dari total 800.000 penerima di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Jatah 320 penerima KUR tersebut akan didistribusikan melalui lima perbankan yang telah ditunjuk. Bank-bank ini akan menjadi sentra penyaluran utama bagi para calon penerima, memastikan akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau bagi pelaku UMKM di Sulawesi Utara.
Pemerintah Provinsi Sulut menaruh harapan besar terhadap program ini. Dengan adanya akses permodalan melalui KUR, diharapkan roda perekonomian masyarakat dapat bergerak lebih cepat, menciptakan peluang usaha baru, dan pada akhirnya mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
Advertisement
Advertisement
Penyaluran dan Harapan Pemprov Sulut
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Christian Talumepa, menjelaskan bahwa 320 penerima KUR dipecah ke lima perbankan. "Mereka (perbankan) inilah yang nantinya menjadi sentra penyaluran KUR bagi calon penerima," kata Christian di Manado pada Selasa, 21 Oktober.
Pemerintah Provinsi Sulut berharap agar semua penerima KUR melalui perbankan dapat terserap secara maksimal. Penyerapan yang optimal ini diharapkan dapat memberikan efek domino yang positif dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat di berbagai sektor.
Christian Talumepa juga menekankan bahwa akses permodalan ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk jangka panjang. "Ketika mendapatkan akses permodalan melalui KUR, tentu harapannya bukan hanya saat ini saja, tapi juga ke depan," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan usaha.
Advertisement
Jika usaha ekonomi yang dijalankan dinilai berhasil oleh perbankan, pemerintah melalui perbankan dapat melipatgandakan atau menambahkan modal usaha kredit yang dibutuhkan. Ini menjadi insentif bagi para pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usahanya.
Advertisement
Dampak KUR Terhadap Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Christian optimistis bahwa melalui akses permodalan KUR, lapangan pekerjaan baru akan terbuka bagi para pencari kerja seiring dengan bergeraknya bidang usaha. Peningkatan modal usaha akan mendorong ekspansi bisnis yang secara langsung membutuhkan tambahan tenaga kerja.
"Pasti (menyerap tenaga kerja). Ketika mendapatkan modal, katakanlah sebesar Rp500 juta, ketika menggerakkan usahanya pasti butuh tenaga kerja," jelasnya. Ia mencontohkan, usaha katering makanan pasti akan membutuhkan tenaga kerja tambahan untuk operasionalnya.
Penyerapan tenaga kerja yang dibuka oleh pelaku UMKM ini akan memberikan dampak signifikan. Hal ini dapat membantu pekerja keluar dari garis kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup mereka secara keseluruhan.
Advertisement
Christian menambahkan, "Dengan adanya program ini, orang-orang yang tadinya tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran maka dia mendapatkan pekerjaan. Melalui pekerjaan tersebut berimbas dia mendapatkan pendapatan." Ini menunjukkan peran strategis program KUR dalam pengentasan kemiskinan.
Advertisement
Akad Massal dan Target Nasional
Sebanyak 320 penerima KUR Sulawesi Utara akan melaksanakan akad massal. Kegiatan ini merupakan bagian dari program 800.000 debitur penciptaan lapangan kerja dan peluncuran kredit program perumahan tahun 2025 yang disampaikan oleh staf khusus.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja secara nasional. Dengan alokasi yang jelas untuk daerah seperti Sulawesi Utara, diharapkan target nasional dapat tercapai melalui kontribusi dari berbagai wilayah.
Fokus pada UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah strategi kunci dalam pembangunan ekonomi inklusif. Pemberian modal ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi usaha, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews