Trivia: 50 Penyandang Disabilitas NTB Ikuti Pelatihan Barista! Bank NTB Syariah Perkuat Inklusi Keuangan Disabilitas

Bank NTB Syariah dan HARSA NTB bersinergi dalam program 'Difabel Berdaya', memperluas inklusi keuangan disabilitas melalui pelatihan praktis. Simak bagaimana inisiatif ini membuka peluang ekonomi baru!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: 50 Penyandang Disabilitas NTB Ikuti Pelatihan Barista! Bank NTB Syariah Perkuat Inklusi Keuangan Disabilitas
Bank NTB Syariah dan HARSA NTB bersinergi dalam program 'Difabel Berdaya', memperluas inklusi keuangan disabilitas melalui pelatihan praktis. Simak bagaimana inisiatif ini membuka peluang ekonomi baru! (AntaraNews)

Bank NTB Syariah bersama Harmoni Sahabat (HARSA) NTB baru-baru ini memperkuat komitmennya terhadap inklusi sosial. Mereka menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat rentan.

Kegiatan bertajuk "Difabel Berdaya" ini berlangsung selama dua hari, fokus pada pelatihan keterampilan praktis. Pelatihan meliputi bidang barista dan tataboga, memberikan bekal nyata bagi peserta. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam memperluas akses keuangan syariah.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank NTB Syariah, Zainal Abidin Wahyu Nugroho, menegaskan pentingnya program ini. Ini adalah wujud nyata kontribusi perbankan daerah dalam membangun ekonomi inklusif. Sebanyak 50 paket bantuan juga diserahkan oleh Dinas Sosial Provinsi NTB.

Memperluas Akses Keuangan Syariah untuk Semua

Zainal Abidin Wahyu Nugroho menyatakan bahwa program ini menjadi bagian penting dari upaya Bank NTB Syariah. Tujuannya adalah memperluas akses keuangan syariah bagi kelompok penyandang disabilitas di seluruh NTB. Ini menunjukkan dedikasi bank terhadap pemerataan ekonomi.

Kolaborasi dengan HARSA NTB merupakan bentuk komitmen kuat dari Bank NTB Syariah. Mereka ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk teman-teman disabilitas, memiliki kesempatan yang sama. Kesempatan ini meliputi pemberdayaan secara ekonomi dan kemandirian finansial.

Bank NTB Syariah berharap pelatihan ini menjadi awal yang baik bagi kemandirian dan kesuksesan wirausaha peserta. Program ini juga selaras dengan visi bank dalam menciptakan ekosistem keuangan yang memberdayakan masyarakat. Tidak ada satupun kelompok yang akan terlewatkan dari dukungan ini.

Sinergi Kuat Pemerintah dan Komunitas Sosial

Pada sesi pembukaan kegiatan, Dinas Sosial Provinsi NTB turut serta memberikan dukungan nyata. Sebanyak 50 paket bantuan diserahkan secara simbolis kepada para peserta pelatihan. Ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang efektif.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial NTB, Armansyah, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia memuji peran aktif Bank NTB Syariah dan HARSA NTB dalam mendorong kemandirian penyandang disabilitas. Langkah ini dianggap sebagai contoh kolaborasi yang baik.

Armansyah menekankan bahwa inilah makna sejati dari kolaborasi antara perbankan, organisasi sosial, dan pemerintah. Tujuannya adalah membangun NTB yang lebih inklusif dan berkeadilan. Ia juga berpesan agar peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh.

"Kegiatan ini menjadi bekal penting untuk mengembangkan keterampilan dan memulai usaha mandiri di masa depan," ujar Armansyah. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan.

Menciptakan Kemandirian Melalui Keterampilan Praktis

Program "Difabel Berdaya" ini secara konkret mencerminkan sinergi antara sektor keuangan, pemerintah daerah, dan komunitas sosial. Tujuannya adalah menciptakan pemerataan ekonomi yang berkelanjutan di NTB. Inisiatif ini berfokus pada hasil nyata.

Kegiatan yang mengusung tema "Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" ini dirancang dengan materi pelatihan praktis. Peserta dibekali keterampilan dalam bidang barista dan tataboga. Ini adalah keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Bank NTB Syariah berharap inisiatif ini dapat memperkuat literasi keuangan syariah di NTB secara signifikan. Lebih jauh, mereka berharap program ini menjadi inspirasi bagi lembaga keuangan lain. Tujuannya adalah memperluas akses layanan bagi kelompok rentan lainnya.

Dengan bekal keterampilan baru ini, para penyandang disabilitas diharapkan dapat membuka peluang usaha mandiri. Ini akan meningkatkan kualitas hidup mereka dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal. Kemandirian ekonomi adalah tujuan utama dari program ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi