Shandong Heavy Industry Group (SDHI) mengumumkan strategi baru yang berfokus pada perluasan pasar ekspor di luar Amerika Serikat dan Eropa. Perusahaan manufaktur alat berat asal China ini melihat peluang besar di kawasan Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika. Pengumuman penting ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober, di Qingdao, provinsi Shandong, China.
Wakil General Manager SDHI, Zhang Gengsheng, menjelaskan bahwa meskipun perusahaannya mengalami penurunan ekspor ke AS sebesar 16,9 persen, total nilai ekspor global SDHI justru meningkat 7,1 persen. Kondisi ini mendorong SDHI untuk lebih agresif menggarap pasar-pasar baru. Pertemuan Mitra Global Shandong Heavy Industry-Weichai Power yang berlangsung pada 17-19 Oktober 2025 menjadi wadah untuk mengukuhkan strategi ini.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden SDHI, Wang Zhijian, menegaskan komitmen perusahaan terhadap inovasi berkelanjutan dan globalisasi bisnis. SDHI berencana untuk memperkuat penelitian dan pengembangan (R&D) guna mengakomodasi kebutuhan produk spesifik di masing-masing negara. Strategi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.
Advertisement
Advertisement
Ekspansi Pasar Global di Tengah Tantangan Dagang
Shandong Heavy Industry Group secara proaktif mencari peluang di pasar-pasar baru menyusul tantangan perdagangan internasional. Zhang Gengsheng mengutip pepatah China, "tantangan membawa peluang," untuk menggambarkan kondisi perusahaan saat ini. SDHI melihat potensi besar di berbagai wilayah yang sedang berkembang pesat.
Pasar-pasar yang menjadi target utama meliputi Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Vietnam, serta Amerika Latin, Asia Tengah, Afrika Tengah, dan Afrika Timur. Sebagai contoh, penjualan truk berat SDHI di Afrika dilaporkan tumbuh sebesar 30 persen. Angka ini menunjukkan respons positif dari pasar-pasar tersebut terhadap produk-produk SDHI.
Pertemuan mitra global di Qingdao dihadiri oleh sekitar 3.000 penyalur, distributor, mitra, dan pekerja SDHI dari lebih dari 140 negara. Kehadiran delegasi yang beragam ini menegaskan jangkauan global perusahaan. SDHI memproduksi berbagai merek seperti Weichai Power, Sinotruk, dan Shacman, yang dikenal di seluruh dunia.
Advertisement
Advertisement
Strategi Lokalisasi dan Inovasi Berkelanjutan
SDHI berencana menggarap pasar internasional dengan menyediakan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen lokal. Strategi ini dikenal sebagai lokalisasi produk, yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Zhang Gengsheng menyatakan, "Tujuan kami dalam melakukan ini adalah untuk beradaptasi dengan pelanggan, membuat mereka merasa lebih nyaman, praktis dan merasa diuntungkan."
Presiden SDHI, Wang Zhijian, menekankan bahwa perusahaan tidak hanya bersaing dalam "perang harga" tetapi juga berfokus pada seluruh rantai industri. SDHI melakukan investasi besar dalam riset dan pengembangan untuk menciptakan sistem penggerak kendaraan yang utuh dan bersinergi. Pendekatan ini memungkinkan SDHI untuk menawarkan solusi yang lebih komprehensif dan inovatif kepada pelanggannya.
Ke depan, Shandong Heavy Industry Group akan memprioritaskan energi baru, digitalisasi, layanan purnajual, dan pasar ekspor. Fokus ini sejalan dengan tren industri global dan komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Inovasi di bidang-bidang ini diharapkan dapat memperkuat daya saing SDHI di pasar internasional.
Advertisement
Advertisement
Indonesia sebagai Pusat Manufaktur Utama
Indonesia menjadi salah satu target pasar utama dan lokasi strategis bagi Shandong Heavy Industry Group. Zhang Gengsheng secara spesifik menyebut Indonesia sebagai "target utama kami untuk lokalisasi manufaktur karena Indonesia adalah yang terbesar." Hal ini menunjukkan potensi besar Indonesia sebagai basis produksi dan pasar yang signifikan.
Pertumbuhan bisnis SDHI didorong oleh permintaan yang kuat di beberapa segmen. Permintaan terhadap pembangkit listrik pusat data tumbuh 400 persen, energi baru 84 persen, dan ekspor mesin 30 persen. Pada tahun 2024, SDHI melaporkan kenaikan pendapatan tahun-ke-tahun sebesar 9 persen, mencapai 550 miliar RMB, dengan total laba 28,1 miliar RMB. Pendapatan Januari-September 2025 telah mencapai 440 miliar RMB, menunjukkan performa finansial yang solid.
SDHI bergerak di enam segmen bisnis utama: sistem penggerak kendaraan (powertrain system), kendaraan komersial, alat pertanian cerdas, rekayasa mesin, peralatan transportasi laut, dan logistik cerdas. Diversifikasi ini memungkinkan perusahaan untuk menjangkau berbagai sektor industri. Dengan strategi lokalisasi di Indonesia, SDHI berharap dapat memperkuat kehadirannya di pasar Asia Tenggara yang dinamis.
Advertisement
Sumber: AntaraNews