Wamentan: Indonesia Diproyeksi Surplus 3,5 Juta Ton Beras, Ketahanan Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan Ketahanan Pangan adalah fondasi utama kedaulatan bangsa, menjamin posisi tawar Indonesia di global. Akankah surplus beras tercapai?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wamentan: Indonesia Diproyeksi Surplus 3,5 Juta Ton Beras, Ketahanan Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan Ketahanan Pangan adalah fondasi utama kedaulatan bangsa, menjamin posisi tawar Indonesia di global. Akankah surplus beras tercapai? (Merdeka.com)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Minggu lalu.

Pangan yang kuat diyakini mampu menjamin kebutuhan rakyat terpenuhi secara berkelanjutan. Kondisi ini juga memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah global.

Sudaryono menyampaikan pandangannya saat Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah Ke-I di Kebumen, Jawa Tengah. Ia optimis Indonesia berada di jalur yang benar dalam menjaga ketahanan nasional.

Pangan sebagai Kekuatan Diplomasi Global

Wamentan Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menjelaskan bahwa ketahanan pangan nasional yang terjaga akan memperkuat kepercayaan diri Presiden Prabowo Subianto. Hal ini sangat penting dalam percaturan global.

Ia menilai, keamanan pangan memungkinkan Indonesia bernegosiasi dengan negara lain secara gagah. Rakyat tidak akan kelaparan dan cadangan pangan nasional tetap terkendali.

"Kita pada track yang benar. Presiden Prabowo sangat confidence dalam percaturan dunia internasional karena pangannya aman, rakyatnya tidak kelaparan, sehingga gagah bernegosiasi dengan negara lain," ujar Sudaryono.

Proyeksi Surplus Beras dan Kesejahteraan Petani

Wamentan memaparkan capaian produksi beras nasional hingga akhir 2025 diperkirakan surplus 3 hingga 3,5 juta ton. Ini merupakan hasil dari kebijakan pemerintah yang berpihak pada petani dan masyarakat.

Produksi beras hingga akhir tahun ini diproyeksikan mencapai 33 hingga 34 juta ton. Angka ini menunjukkan optimisme pemerintah terhadap sektor pertanian.

"Saya laporkan Insya Allah, produksi beras kita surplus 3 hingga 3,5 juta ton sampai dengan Desember (2025)," bebernya. Surplus ini menjadi bukti konkret upaya peningkatan produksi.

Surplus tersebut ditopang oleh kebijakan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Indonesia.

Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Berkelanjutan

Selain HPP, pemerintah juga memastikan dukungan berupa kemudahan akses pupuk bersubsidi. Ketersediaan pupuk menjadi krusial bagi peningkatan hasil panen.

Sarana produksi lainnya juga diberikan untuk mendukung petani. Tujuannya adalah agar produksi pangan terus meningkat dan swasembada beras dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

"Ini diiringi dengan kesejahteraan petani melalui penetapan harga pembelian gabah Rp6.500, kemudahan pupuk bersubsidi, dan dukungan sarana produksi lainnya," kata Wamentan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi