Asosiasi perjalanan wisata Alliance of the Indonesian Tour & Travel Agencies (AITTA) mengambil langkah proaktif dalam mendukung sektor pariwisata nasional. Mereka menggelar pameran perjalanan wisata yang bertujuan utama untuk membantu pemerintah menyebarkan wisatawan mancanegara (wisman) ke seluruh pelosok Indonesia.
Pameran perdana yang berlokasi di Denpasar, Bali, ini diselenggarakan pada tanggal 20 September. Acara tersebut berhasil mempertemukan 75 penjual dari berbagai daerah di Indonesia dengan 150 pembeli potensial. Inisiatif ini menandai upaya signifikan dalam memperluas jangkauan destinasi wisata.
Langkah strategis ini diambil untuk meratakan kunjungan wisman sekaligus secara efektif menekan narasi 'overtourism' yang kerap dilekatkan pada Bali. AITTA berharap dapat membangkitkan dan mengembangkan pariwisata nasional secara lebih merata dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Strategi AITTA Atasi Overtourism Bali dan Perluas Destinasi Nasional
Wakil Ketua Umum Bidang Inbound AITTA, Joko Purwanto, menegaskan bahwa pameran ini merupakan solusi untuk meratakan kunjungan wisman. Menurutnya, pertemuan antara seller dan buyer yang membahas paket-paket wisata bertujuan menekan isu Bali overtourism.
“Ini untuk bisa membangkitkan pariwisata di Indonesia, dan kenapa di Bali karena kemarin katanya sudah overtourism, kita ingin kawan di Bali menyebarkan wisatawan di Bali ini ke luar daerah,” ujar Joko di Denpasar. Pameran Wisata AITTA Bali ini melibatkan 75 penjual dan 150 pembeli dari seluruh Indonesia.
Para penjual datang membawa paket-paket wisata khas daerahnya masing-masing, menawarkan keragaman destinasi di luar Bali. Asosiasi menargetkan tercapainya kesepakatan transaksi senilai Rp10 miliar selama acara berlangsung.
Advertisement
Joko menambahkan bahwa konsepnya adalah menjadikan Bali sebagai pintu gerbang. “Jadi kita ketemukan antara produk dengan yang menjual, jadi kalau Bali kurang produk maka kita bawa produk daerah-daerah supaya wisatawan tidak hanya menumpuk di Bali, turunnya disini tapi perpanjang di daerah lain,” jelasnya.
Advertisement
Antusiasme Pelaku Pariwisata dan Target Transaksi Fantastis
Pameran perjalanan wisata yang pertama kali dilakukan AITTA di Bali ini menunjukkan animo pelaku usaha pariwisata yang sangat tinggi. Kehadiran banyak peserta mencerminkan optimisme terhadap kebangkitan sektor pariwisata nasional.
Sebelumnya, AITTA sukses menyelenggarakan kegiatan serupa di Wonosobo yang berhasil mencatat kerja sama senilai Rp5 miliar. Dengan pengalaman tersebut, asosiasi ini lebih optimistis dapat mencapai target transaksi Rp10 miliar di Pameran Wisata AITTA Bali.
Asosiasi perjalanan yang memiliki hampir 3.000 anggota di seluruh Indonesia ini terus mendorong kolaborasi. Mereka menekankan pentingnya kerja sama lintas asosiasi, bukan hanya dalam satu organisasi, demi pemerataan kunjungan wisatawan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Kementerian Pariwisata untuk Capai Target Wisman
Perwakilan Asisten Deputi Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata, I Gede Budiwijaya, menyampaikan apresiasi. Ia berterima kasih karena pelaku usaha pariwisata aktif berkolaborasi lewat AITTA Table Top Bali 2025.
Menurutnya, Pameran Wisata AITTA Bali ini telah memberikan kontribusi signifikan. Kegiatan ini membantu Kementerian Pariwisata dalam mengejar target 14,6 juta wisatawan mancanegara dan 1,06 miliar perjalanan domestik untuk tahun ini.
“Ini target cukup berat dengan banyak isu dari kemarin ada demo kemudian di Bali sendiri ada banjir, itu menjadi tantangan sendiri jadi kami sangat terbantu,” ujar Budiwijaya. Tantangan tersebut membuat peran AITTA semakin vital.
Advertisement
Kementerian Pariwisata mendorong tercapainya target asosiasi dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung secara berkala. Dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan pariwisata yang inklusif dan merata.
Sumber: AntaraNews