Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, baru-baru ini menegaskan komitmennya terhadap inisiatif penting di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa program pembangunan rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menjadi katalisator utama pergerakan ekonomi lokal. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kesempatan di Tapsel pada hari Minggu.
Langkah strategis ini diambil mengingat fakta mengejutkan bahwa sekitar 90 persen dari 7.000 ASN di Tapsel masih berdomisili di luar daerah. Kondisi ini mengakibatkan estimasi Rp60 miliar belanja pegawai setiap bulan tidak berputar di dalam perekonomian Tapsel. Oleh karena itu, pembangunan perumahan ASN diharapkan dapat mengubah dinamika ekonomi tersebut secara signifikan.
Untuk merealisasikan tujuan tersebut, pihaknya telah mencanangkan lokasi perumahan ASN di Kecamatan Sipirok-Angkola Timur. Namun, rencana ambisius ini menghadapi kendala serius terkait ketersediaan lahan yang ternyata masuk dalam konsesi PT TPL. Pemerintah daerah kini berupaya mencari solusi melalui jalur pusat untuk mengatasi permasalahan lahan ini.
Advertisement
Advertisement
Bupati Gus Irawan Pasaribu menyoroti urgensi pembangunan rumah ASN di Tapsel. Ia menjelaskan bahwa mayoritas ASN Tapsel saat ini tinggal di luar wilayah administrasi kabupaten. Kondisi ini menyebabkan potensi perputaran uang yang besar tidak termanfaatkan secara optimal di Tapanuli Selatan.
Dengan adanya pembangunan rumah ASN, diharapkan para pegawai dapat berdomisili di Tapsel. Hal ini akan secara langsung mengalirkan belanja bulanan mereka ke sektor-sektor ekonomi lokal. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga jasa lainnya, semuanya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Angka Rp60 miliar belanja pegawai setiap bulan yang tidak berputar di Tapsel menjadi dasar kuat bagi inisiatif ini. Pembangunan perumahan ASN bukan hanya tentang penyediaan tempat tinggal. Lebih dari itu, ini adalah strategi makro untuk memperkuat fondasi ekonomi Tapanuli Selatan.
Advertisement
Advertisement
Meskipun visi pembangunan rumah ASN ini sangat menjanjikan, pelaksanaannya tidak lepas dari hambatan. Gus Irawan mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada ketersediaan lahan. Area yang telah dicanangkan untuk perumahan ASN ternyata berada dalam konsesi PT TPL.
Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Tapsel tidak tinggal diam. Bupati menyatakan akan menempuh jalur pusat untuk menyelesaikan persoalan lahan tersebut. Upaya ini sejalan dengan prioritas nasional Presiden Prabowo yang menargetkan penyediaan tiga juta rumah bagi masyarakat.
Selain itu, Bupati juga berencana untuk mengupayakan pelepasan areal penggunaan lain (APL) seluas 4.577 hektare dari konsesi perusahaan. Tujuannya adalah agar sertifikat lahan dapat diterbitkan untuk masyarakat. Ini juga mencakup penyelesaian lahan hutan produksi yang dikelola warga melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).
Advertisement
"Target saya memberi legalitas permanen agar rakyat bisa menguasai tanahnya dengan aman dan nyaman, tanpa gangguan pihak manapun," ujar Gus Irawan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan kepastian hukum atas tanah. Hal ini penting demi keberlanjutan program pembangunan dan kesejahteraan warga.
Advertisement
Di luar fokus utama pembangunan perumahan, Bupati Gus Irawan juga menegaskan komitmennya. Ia berjanji untuk memperkuat perlindungan sosial di Tapanuli Selatan. Inisiatif ini diwujudkan melalui Gerakan Sinergi ASN Peduli.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial di kalangan ASN. Melalui sinergi ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih suportif. Ini juga menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aspek kesejahteraan sosial masyarakat.
Sumber: AntaraNews
Advertisement