Fakta Unik: Spillway Sungai Tanggul Jember Bakal Aliri Kembali 1.046 Hektare Sawah, Ini Progresnya!

Gubernur Khofifah menargetkan 1.046 hektare sawah di Jember kembali teraliri berkat pembangunan Spillway Sungai Tanggul Jember, solusi vital bagi petani pasca banjir 2019.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Spillway Sungai Tanggul Jember Bakal Aliri Kembali 1.046 Hektare Sawah, Ini Progresnya!
Gubernur Khofifah menargetkan 1.046 hektare sawah di Jember kembali teraliri berkat pembangunan Spillway Sungai Tanggul Jember, solusi vital bagi petani pasca banjir 2019. (Merdeka.com)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menargetkan pengairan kembali 1.046 hektare sawah di Kabupaten Jember. Hal ini akan terwujud melalui pembangunan infrastruktur pelimpah luapan air atau spillway Sungai Tanggul.

Proyek vital ini berlokasi di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, dan diharapkan mampu mengembalikan alur sungai lama. Khofifah meninjau langsung lokasi pembangunan pada Sabtu, 13 September, untuk memastikan progresnya.

Pembangunan spillway ini menjadi solusi jangka panjang setelah banjir besar tahun 2019 mengubah alur sungai dan menyebabkan ribuan hektare sawah kehilangan suplai air. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas pertanian serta ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Mengembalikan Fungsi Irigasi Vital Pasca Banjir 2019

Banjir besar yang melanda Jember pada tahun 2019 telah menyebabkan perubahan signifikan pada alur Sungai Tanggul. Peristiwa tersebut mengakibatkan terbentuknya muara baru yang mengarahkan air langsung ke laut.

Kondisi ini secara drastis mengurangi suplai air ke ribuan hektare lahan persawahan di Jember. Akibatnya, produktivitas pertanian menurun tajam, menimbulkan kerugian besar bagi para petani setempat.

Menanggapi permasalahan tersebut, pemerintah provinsi terus berupaya mengembalikan fungsi aliran sungai agar dapat mengairi kembali lahan pertanian. Salah satu langkah krusial adalah pembebasan lahan yang dilakukan pada tahun 2022 di Desa Paseban, Kecamatan Kencong.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembangunan Spillway Sungai Tanggul Jember merupakan keharusan. Tujuannya adalah memastikan aliran sungai dapat kembali mengairi 1.046 hektare sawah di wilayah Jember.

Progres dan Anggaran Pembangunan Spillway Sungai Tanggul

Infrastruktur Spillway Sungai Tanggul Jember dibangun dengan alokasi dana sebesar Rp15,6 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur. Proyek ini tidak hanya bertujuan mengembalikan suplai air untuk pertanian.

Selain itu, pembangunan ini juga berfungsi untuk mengendalikan kerusakan alur Sungai Tanggul akibat muara baru serta membagi debit banjir agar lebih terkendali. Sungai Tanggul memiliki panjang 23,5 km dan berada di bawah kewenangan Pemprov Jatim melalui Dinas PU Sumber Daya Air.

Hingga saat ini, progres pembangunan Spillway Sungai Tanggul telah mencapai 55,26 persen. Pekerjaan meliputi pemasangan beton bertulang dengan tinggi mercu pelimpah 2,5 meter, berbentuk bulat berukuran lebar 5,3 meter dan panjang 47,5 meter.

Pemasangan sistem panel serbaguna (SPS) pada sayap pelimpah juga dilakukan, serta pembangunan pintu penguras berbahan fiberglass. Proyek yang dibiayai APBD Jatim Tahun Anggaran 2025 ini ditargetkan selesai dalam 270 hari kalender, tepatnya pada 21 Desember 2025.

Dampak Positif dan Harapan untuk Ketahanan Pangan Jember

Gubernur Khofifah berharap pembangunan Spillway Sungai Tanggul Jember dapat segera rampung sesuai target yang ditentukan. Penyelesaian proyek ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan lokal secara signifikan.

Selain itu, infrastruktur ini juga akan mengurangi risiko banjir dan kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut. Khofifah meyakini bahwa keberhasilan proyek ini akan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dan petani di Jember bagian selatan.

"Jika spillway selesai tepat waktu, maka musim tanam Januari mendatang sudah bisa berjalan dengan irigasi yang baik," ujar Khofifah. Ia menambahkan bahwa hal ini akan mengembalikan siklus pertanian normal, meningkatkan produksi pangan, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Pembangunan ini selaras dengan instruksi pemerintah pusat untuk pemetaan lahan dan peningkatan produksi pangan, menjadikannya bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan Jawa Timur. Masduki, seorang petani Desa Paseban, menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Khofifah. "Sangat bermanfaat dan memang kami, khususnya para petani, sangat membutuhkannya," katanya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi