Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah proaktif untuk menstabilkan harga pakan ternak di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan melindungi keberlangsungan usaha peternak di tengah fluktuasi harga komoditas. Dirjen PKH Kementan, Agung Suganda, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga pasokan jagung.
Lonjakan harga jagung di beberapa sentra produksi dalam sebulan terakhir menjadi perhatian serius. Kondisi ini berpotensi membebani peternak unggas, baik skala kecil maupun besar. Oleh karena itu, Kementan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Upaya stabilisasi ini melibatkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga, termasuk Badan Pangan Nasional (Bapanas). Tujuannya adalah memastikan ketersediaan pakan yang terjangkau. Langkah ini juga diperkuat dengan pengawasan Satgas Pangan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Kementan Hadapi Gejolak Harga Jagung
Agung Suganda menjelaskan, sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan Kementan. Ini meliputi imbauan kepada industri pakan agar tidak menaikkan harga, pemetaan peternak calon penerima cadangan jagung pemerintah, hingga mempertemukan kelompok tani dengan pemasok jagung.
Kementan juga melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, asosiasi peternak, dan pelaku usaha. Tujuannya adalah merumuskan solusi bersama dalam menghadapi persoalan lonjakan harga jagung di lapangan.
Langkah antisipatif ini diambil agar pasokan jagung tetap stabil, sehingga biaya produksi pakan tidak melonjak tinggi. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat mengakses pangan asal unggas dengan harga yang terjangkau.
Advertisement
Upaya ini diperkuat dengan kolaborasi bersama Satgas Pangan. Hal ini penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta mencegah praktik penimbunan jagung oleh oknum pengepul maupun pedagang yang merugikan peternak.
Advertisement
Peran Bapanas dan Data Harga Terkini
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, memastikan aspirasi peternak sudah ditindaklanjuti. Bapanas turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas pasokan jagung.
Penyaluran cadangan jagung pemerintah dilakukan melalui program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) jagung. Program ini dirancang khusus untuk membantu peternak di dalam negeri menghadapi tantangan harga pakan.
Ketut meminta teman-teman peternak untuk bersabar menghadapi situasi ini. Ia menegaskan bahwa semua keluhan sudah ditindaklanjuti dan direspons, meskipun prosesnya memerlukan waktu sesuai aturan yang berlaku.
Advertisement
Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas per Minggu pukul 13.40 WIB, harga komoditas jagung tingkat peternak konsumen tercatat Rp6.602 per kg, sedikit turun dari sebelumnya Rp6.623 per kg. Sementara itu, harga jagung pipilan kering di tingkat produsen tercatat Rp5.511 per kg, naik tipis dari hari sebelumnya Rp5.500 per kg.
Advertisement
Komitmen Bersama untuk Ketahanan Pangan Nasional
Menurut Kementan, kunci penyelesaian persoalan harga pakan ternak adalah kebersamaan seluruh pihak. Ini mencakup petani jagung, pelaku usaha pakan, maupun peternak unggas, dalam menjaga kelancaran produksi dan distribusi.
Swasembada pangan menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Agung Suganda menyatakan bahwa tujuan ini hanya dapat terwujud jika seluruh elemen kompak serta berkomitmen menjaga kestabilan harga dan pasokan jagung nasional.
Agung menegaskan bahwa kesejahteraan peternak dan akses masyarakat terhadap protein hewani terjangkau tetap menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan visi ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Advertisement
Sumber: AntaraNews