Mayat di Enggano Teridentifikasi Surakman, ABK Arupadhatu Bawa Rombongan Jurnalis

Polda Banten mengumumkan hasil identifikasi mayat di Pulau Enggano. Temuan ini dikaitkan dengan kru kapal Arupadhatu 1 yang membawa jurnalis hilang.

Yandhi Deslatama
Oleh Yandhi Deslatama - Reporter
Mayat di Enggano Teridentifikasi Surakman, ABK Arupadhatu Bawa Rombongan Jurnalis
Polda Banten rilis penemuan mayat identik ABK KM Arupadhatu I, Surakhman. (tangkapan layar video).

Hasil identifikasi terhadap mayat ditemukan di pesisir Desa Kahyapu, Pulau Enggano, Bengkulu, dinyatakan identik dengan Surakman, kru kapal cepat Arupadhatu 1 membawa 5 jurnalis hilang di Selat Sunda pada Selasa (7/9). Temuan ini menambah babak baru pencarian rombongan jurnalis hilang.

Pengumuman disampaikan dalam jumpa pers di Markas Polda Banten, Serang, Rabu (23/9), dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, dan Kepala Basarnas Banten Al Amrad. Sebelumnya, belum ada kepastian bahwa mayat tersebut berkaitan dengan salah satu dari 5 jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang kontak.

Berdasarkan identifikasi Pusdokkes Polri, dengan membandingkan data ante mortem 8 orang hilang, mayat ditemukan memiliki kecocokan visual dan ciri fisik dengan Surakman. Jenazah ditemukan di sekitar perairan Enggano, sekitar 380 km dari titik awal rombongan dinyatakan hilang.

Ketika pertama kali ditemukan, kondisi wajah jenazah tidak dapat dikenali. Proses identifikasi kemudian dilakukan untuk mengonfirmasi keterkaitan dengan rombongan Arupadhatu 1 yang membawa jurnalis hilang di Selat Sunda.

 

Proses Pencarian

Pada hari-hari awal, pencarian difokuskan di jalur menuju Gunung Anak Krakatau. Tim menyisir perairan dari Carita hingga kawasan sekitar Anak Krakatau, termasuk sejumlah pulau di sekitarnya. Operasi dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan.

SRU pertama menggunakan KN SAR Tetuka, dengan area jangkauan 68 NM.SRU kedua menggunakan kapal KAL Anyer milik TNI AL, dengan jarak pencarian 69 NM.SRU ketiga dari Basarnas Lampung menggunakan RIB 01 dan 03, dengan luas pencarian 67 NM.SRU 5 mengerahkan KP Sanjaya milik Polairud Polda Banten, untuk jarak pencarian 67 NM.Kasie Ops Basarnas Banten Riski Dwi pada Rabu (9/9/2026) menyatakan perluasan area lapangan.

"Untuk pencarian kita perluas," ujar Kasie Ops Basarnas Banten, Riski Dwi, Rabu (9/9).Di tengah pencarian, tim menemukan sejumlah benda. KAL Anyer mendapati sebuah life jacket oranye dan buoy pada 10 September. TNI AL menegaskan temuan itu belum bisa dipastikan terkait rombongan Arupadhatu 1.

Temuan lain juga muncul pada hari berikutnya, antara lain dua life jacket, helm proyek, dan jeriken. Namun belum ada kepastian bahwa barang-barang tersebut berasal dari speedboat yang ditumpangi lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Memasuki hari ketujuh, Tim SAR Lampung yang menggunakan KN SAR Basudewa belum dapat menyisir maksimal di beberapa wilayah, termasuk Teluk Semangka hingga sekitar Pulau Tabuan, karena kecepatan angin yang tinggi. Setelah evaluasi, operasi diperpanjang tiga hari hingga Kamis, 17 September 2026.

Pada hari ke-10 pencarian, 17 September 2026, cakupan operasi kembali diperluas hingga sekitar 8.508 mil laut persegi. Sebanyak 24 kapal dikerahkan dan area dibagi menjadi 10 sektor, terdiri dari delapan kapal TNI AL, delapan kapal Polairud, tujuh kapal Basarnas, dan satu kapal KPLP.

Penyisiran turut menyentuh wilayah daratan. Tim menyisir pesisir Carita hingga Pantai Anyer untuk memastikan tidak ada area terlewat pada hari terakhir operasi. Karena tidak ditemukan tanda-tanda maupun objek terkait, Basarnas menutup operasi sesuai prosedur.

"Aturan kami di Basarnas ini, operasi SAR tujuh hari, ketujuh juga kita lakukan pencarian tidak ada tanda-tanda, objek juga, tadi sudah disampaikan Polair dan TNI AL juga. Kalau kami mengacu pada peraturan kami tersebut, seharusnya kita sudah closed," ujar Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Kamis, (17/9).Basarnas memastikan operasi dapat dibuka kembali apabila ada informasi temuan material yang berkaitan dengan kapal Arupadhatu 1 beserta penumpangnya.

Rekomendasi