Masyarakat dikejutkan oleh beredarnya video yang memperlihatkan asap hitam pekat membubung tinggi dari kilang minyak di Cilacap. Kejadian ini sontak memicu kehebohan, terlebih karena sedang skandal korupsi Pertamina Patra Niaga yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun.
Viral video memperlihatkan asap hitam pekat membumbung tinggi di kilang Cilacap. Disebutkan, asap hitam itu muncul dari tangki 38T-101.
Pertamina buka suara menanggapi video tersebut. Pejabat sementara Area Manager Communication, Relations and CSR PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap Sunaryo Adi Putra kejadian itu bukan kebakaran. Namun diakuinya sempat terjadi flash atau percikan api pada pukul 11.00 Wib.
"Tangki tersebut sebenarnya sedang menjalani pembersihan sludge (lumpur). Itu merupakan agenda pemeliharaan berkala," kata Sunaryo Adi Putra saat dihubungi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (27/2).
Tim pemadam kebakaran Kilang Cilacap sigap melakukan penanganan dan saat ini tangki tersebut dalam proses pendinginan. Dia pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
"Ini sudah penanganan, foam juga sudah masuk ke dalam tangki, terus yang di luar sudah mulai pendinginan. Terus di sini tidak ada korban jiwa," katanya menjelaskan.
Pihaknya telah menginformasikan kepada masyarakat sekitar bahwasanya kejadian tersebut hanya proses pembersihan, bukan kebakaran. Sebab di dalam tangki sudah tidak ada minyaknya.
Menurut dia, material yang ada hanyalah sludge atau semacam lumpur yang menjadi sedimen di dalam tangki.
"Alhamdulillah tidak ada korban. Kondisi BBM (bahan bakar minyak) tetap terjaga, operasional masih lancar 100 persen kapasitas kilang kita, dua-duanya enggak terganggu," kata Sunaryo.
Advertisement
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, turut menyoroti insiden ini. Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, perempuan yang akrab disapa Oneng ini mengungkapkan kecurigaannya terkait peristiwa tersebut.
Rieke mempertanyakan apakah kebakaran ini terjadi secara kebetulan atau justru ada permainan di baliknya. Terlebih, insiden ini terjadi di tengah maraknya kasus mafia BBM yang melibatkan dugaan pengoplosan Pertamax dengan Pertalite.
"Balik lagi di viral for justice dengan hashtag kita #UsutTuntasMafiaBBM. Usut-usut tapi tiba-tiba saja. Kok kebeneran ya? Lagi usut tuntas mafia BBM, eh kilang minyak Pertamina Di Cilacap kok kebakaran. Infonya Juga ada 38 tangki berisi pertalite bener gak sih?"" ujar Rieke.
Lebih lanjut, Rieke mengkhawatirkan kemungkinan adanya upaya untuk menghilangkan barang bukti terkait kasus mafia BBM di kilang Cilacap. Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk tetap fokus mengusut tuntas skandal yang telah merugikan negara hingga Rp193 triliun tersebut.
"Bukan kebetulan yang kebetulan kan? Semoga bukan kebetulan yang kebetulan. Jangan-jangan apakah ada barang bukti disana? Nggak boleh nuduh loh prejudice namanya," tambahnya.