PT Home Credit Indonesia tengah meninjau peluang masuk ke dalam pembiayaan syariah. Kendati begitu, Home Credit menyatakan tidak ingin terlalu cepat dan tetap akan fokus pada akuisisi ke ekosistem Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).
"Jadi pas kebetulan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengeluarkan peraturan syariah (di Aceh) Home Credit itu sendiri kan juga bukan perusahaan syariah, jadi Home Credit tidak bisa beroperasi di Aceh. Untuk masuk ke segmen syariah kita juga masih meninjau sih opportunity-nya kan gede banget," ujar Chief Sales Officer Home Credit Indonesia, Dolly Susanto kepada media, Bandung, Senin (26/6).
Namun, pihaknya tidak mau terlalu komitmen pada sesuatu, karena saat ini memiliki fokus yang harus diselesaikan yakni melayani customer sebanyak mungkin, dan transisi ke MUFG ini.
"Tapi itu juga ibaratnya sekarang Home Credit sendiri lagi diakuisisi MUFG, jadi kita di transisi deh jadi kita gak mau terlalu komit deh pada sesuatu. jadi fokus pertama itu adalah melayani customer sebanyak mungkin, yang kedua itu transisi ke MUFG ini," terang dia.
Advertisement
Untuk proses akuisisi MUGF ini, pihaknya tinggal menunggu keputusan para regulator yakni OJK dan Bank Indonesia (BI). "Saya ingin secepatnya juga, kita sudah selesai semuanya, tinggal menunggu keputusan OJK dan BI saja ketuk palunya kapan," tuturnya.
Sebagai informasi, Dilansir dari Liputan 6, Bank of Ayudhya Public Company Limited (Krungsri) dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk/ADMF (Adira Finance) atau anak perusahaan dari MUFG Bank telah mengumumkan akuisisi pembiayaan konsumen Home Credit pada 24 November tahun lalu.
Saham Home Credit sendiri akan diakuisisi pada tahun 2023 dengan perkiraan total EUR 200 juta atau Rp 3,1 triliun. Meski demikian, harga pembelian akhir akan disesuaikan satu per satu berdasarkan ila buka ekuitas pada saat penutupan transaksi.