KKP Bakal Impor Patin Hingga Bandeng untuk Jemaah Haji di Arab Saudi

Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Erwin Dwiyana mengatakan bahwa Indonesia akan ekspor ikan untuk kebutuhan jemaah haji di Arab Saudi. Rencananya, ekspor tersebut sebanyak 500 ton ikan.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
KKP Bakal Impor Patin Hingga Bandeng untuk Jemaah Haji di Arab Saudi
haji. REUTERS

Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Erwin Dwiyana mengatakan bahwa Indonesia akan ekspor ikan untuk kebutuhan jamaah haji di Arab Saudi. Rencananya, ekspor tersebut sebanyak 500 ton ikan.

"Rencananya nilai belum tapi memang kalau tidak salah sekitar 500 ton," ujar Erwin dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (21/2).

Dia mengaku telah bekerja sama dengan para pelaku usaha untuk mendorong beberapa jenis ikan yang akan diekspor. Adapun ikan yang akan diekspor nantinya yakni, Bandeng, Tuna kaleng, Patin, Ikan Kaci-Kaci, dan Ikan Manyung.

"Ini yang sekarang sedang kami siapkan untuk pemenuhan haji," terang dia.

Sebelumnya, pada tahun 2019 Indonesia pernah ekspor ikan Patin sebanyak 18 kontainer untuk jemaah haji Indonesia. "Kami upayakan karena masih ada prose-proses registrasi di otoritas Arab Saudi," tambahnya.

Waktu yang sama, Erwin Dwiyana mencatat, produksi dari perikanan tangkap secara global cenderung stagnan. Sedangkan budidaya perikanan mengalami peningkatan.

"Yang perlu kita pahami dari sisi perkembangan produksi perikanan, kalau kita melihat secara global memang untuk produksi dari perikanan tangkap itu cenderung stagnan ini yang tentunya juga menjadi perhatian," ujar Erwin saat acara konferensi pers, Jakarta, Selasa (21/2).

Dia menerangkan, pada tahun 2031 ada sekitar 35 persen dari total produksi ikan dunia, tetapi 31 persen tidak termasuk perdagangan intra Uni Eropa.

"Diproyeksikan perdagangan global meningkat sebesar 0,8 persen per tahun selama periode 2022 hingga 2031," terang dia.

Menyoroti resesi global yang diproyeksikan akan terjadi, pertumbuhan ekonomi dunia secara umum mengalami penurunan. Ini sangat berpengaruh juga terhadap pertumbuhan ekonomi yang menjadi negara tujuan ekspor perikanan Indonesia, termasuk beberapa negara Uni Eropa, dan inflasi yang terjadi di Amerika Serikat (AS) akan berpengaruh terhadap demand produk perikanan Indonesia.

"Jadi ini sangat berpengaruh juga bagaimana pertumbuhan ekonomi di beberapa negara cenderung menurun, termasuk beberapa negara Uni Eropa, kemudian juga walaupun ASEAN 5 tidak terlalu turun pertumbuhannya tetapi tidak begitu tinggi," kata dia.

Rekomendasi