Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menjelaskan bahwa minyak merah dapat menjadi alternatif pengganti minyak goreng yang saat ini beredar di pasar. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM akan melakukan groundbreaking pabrik minyak makan merah pada Oktober ini.
Teten menuturkan bahwa minyak makan merah sejatinya juga sebagai hilirisasi produk olahan sawit oleh koperasi.
"Di sisi lain dapat menjadi alternatif minyak goreng yang sehat dan lebih murah," ujar Teten kepada merdeka.com, Selasa (18/10).
Teten menambahkan bahwa masyarakat dan pelaku industri kelapa sawit tak perlu mengkhawatirkan ekosistem dari minyak makan merah. Sebab, sudah ada permintaan dari koperasi sekaligus permintaan pasar terhadap minyak makan merah.
Teten menyebutkan, salah satu bentuk konkret penyerapan sekaligus pemasaran produk minyak makan merah yaitu penandatanganan memorandum of understanding (MoU) oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan dengan Kemenkop UKM.
"Pengolahan ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan dengan turunan produk stearin dan flaky soap," ujarnya.
Advertisement
Saat ini, imbuh Teten, mesin untuk produksi minyak makan merah yang diimpor dari China sudah berjalan. Sementara untuk komponen lokal sudah tersedia dengan proporsi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 80 persen.
Pembangunan pabrik minyak makan merah setelah Kementerian Koperasi dan UKM telah menerima Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk minyak makan merah.
Kemenkop UKM bersama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III akan membangun piloting pabrik di 3 lokasi. Yakni, di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Langkat. Ketiga lokasi ini berada di Sumatera Utara.
Harga jual untuk minyak makan merah yaitu Rp9.000 per liter. Harga ini berdasarkan jarak pabrik dengan hutan kelapa sawit sangat dekat, sehingga biaya logistik atau transportasi dapat ditekan.
"Misalnya karena pabrik ini terintegrasi dekat dari suplai TBS-nya sehingga tidak harus logistiknya jauh, ongkos angkutnya jauh, dan ini juga kita harapkan nanti justru pasarnya juga terintegrasi," ujarnya.