Imbal Hasil Obligasi Indonesia Tertinggi di ASEAN

Ezra memperkirakan, imbal hasil obligasi pemerintah dengan durasi 10 tahun untuk tahun depan akan berada di level 6 persen sampai dengan 6,25 persen.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Imbal Hasil Obligasi Indonesia Tertinggi di ASEAN
Utang. ©Shutterstock

Director & Chief Investment Officer Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Ezra Nazula optimis pasar obligasi Indonesia di 2022 mampu memberikan imbal hasil riil yang relatif tinggi. Bahkan, nilainya lebih tinggi dibandingkan negara-negara kawasan Asia Tenggara atau ASEAN.

Ezra memperkirakan, imbal hasil obligasi pemerintah dengan durasi 10 tahun untuk tahun depan akan berada di level 6 persen sampai dengan 6,25 persen.

"Saat ini pun pasar obligasi Indonesia memberikan imbal hasil riil yang relatif tinggi dibandingkan kawasan. Hal ini membuat pasar obligasi kuat menghadapi perubahan sentimen global di 2022," tegasnya dalam acara Market Outlook 2022 bersama Manulife Aset Manajemen Indonesia di Jakarta, Selasa (7/12).

Selain itu, prospek pasokan yang terkendali dan permintaan domestik yang kuat, ditopang oleh laju pertumbuhan kredit yang masih relatif rendah dan imbal hasil obligasi yang menarik, dapat mendukung pergerakan obligasi Indonesia.

"Faktor sentimen dan fundamental yang lebih kokoh berkontribusi pada stabilitas pergerakan pasar obligasi Indonesia,menjadi sarana diversifikasi portofolio yang baik," tekannya.

Reformasi Perpajakan

Terlebih, pemerintah dan Bank Indonesia telah berkomitmen untuk melakukan reformasi perpajakan dan melanjutkan skema burden sharing jilid III untuk pendanaan APBN pada 2022.

Strategi ini diyakini mampu menjaga ruang dan berkelanjutan fiskal dalam jangka menengah, terutama dalam menurunkan defisit anggaran menuju di bawah 3 persen PDB di 2023.

"Di tengah kondisi fiskal yang lebih hati-hati, sinergi fiskal moneter dinilai sebagai hal yang positif berpotensi mengurangi tekanan terhadap peringkat kredit Indonesia," tutupnya.

Rekomendasi