Sri Mulyani: Penyehatan APBN Tak Ganggu Momentum Pemulihan Ekonomi

Mulai tahun depan, pemerintah menilai upaya penyehatan kembali APBN. Sebab sebagai instrumen countercyclical, APBN tahun 2022 harus tetap efektif sebagai instrumen kebijakan, berdaya tahan, mampu menavigasi risiko, dan sustainable.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Sri Mulyani: Penyehatan APBN Tak Ganggu Momentum Pemulihan Ekonomi
Menkeu Sri Mulyani. ©2020 Istimewa

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa penerimaan negara sampai Agustus lalu sudah cukup kuat. Sehingga ada harapan baru konsolidasi fiskal bisa berjalan tanpa mengganggu momentum pemulihan ekonomi saat ini.

"Sebetulnya semenjak kita lihat terjadinya penerimaan negara yang cukup kuat sampai dengan bahkan Agustus ini, kita memiliki harapan bahwa konsolidasi fiskal bisa berjalan tanpa mendisrupsi momentum pemulihan ekonomi itu," kata Sri Mulyani dalam Webinar Optimisme Pemulihan Ekonomi 2022, Jakarta, Rabu (29/9).

Mulai tahun depan, pemerintah menilai upaya penyehatan kembali APBN. Sebab sebagai instrumen countercyclical, APBN tahun 2022 harus tetap efektif sebagai instrumen kebijakan, berdaya tahan, mampu menavigasi risiko, dan sustainable.

Tujuannya untuk mendukung akselerasi pemulihan ekonomi dan pelaksanaan reformasi struktural, termasuk dalam menangani Covid-19. Dia juga mendorong peningkatan kualitas belanja negara melalui penerapan zero based budgeting dengan adanya perubahan cara bekerja sesuai dengan kebutuhan birokrasi.

"Belanja negara juga tidak hanya fokus kepada birokrasi, tapi untuk melayani masyarakat dan investasi, termasuk investasi-investasi produktif di bidang infrastruktur," kata dia.

Selain itu, inovasi pembiayaan terus dilakukan melalui public private partnership atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan pembentukan Sovereign Wealth Funds (SWF). Termasuk juga Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang menjadi kepanjangan tangan bagi pemerintah, terutama di bidang keuangan negara dalam mendukung sektor private maupun pemerintah daerah.

Sri Mulyani mengatakan APBN akan tetap bekerja keras untuk melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman kesehatan dan jiwa, menjaga kesejahteraan masyarakat miskin dan rentan, serta mendukung daya tahan dunia usaha dan UMKM. Kombinasi antara supporting pemulihan ekonomi dan konsolidasi fiskal diharapkan mampu berjalan seiring tanpa saling melemahkan.

"Ini adalah kunci agar Indonesia terus bisa meneruskan pemulihan ekonomi, namun instrumen APBN-nya tetap berjalan secara sehat," kata dia mengakhiri.

Rekomendasi