Penduduk Miskin Dunia Diprediksi 679 Juta Jika Vaksin Corona Belum Ditemukan di 2021

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan jumlah penduduk miskin di dunia terus meningkat dampak dari penyebaran Virus Corona. Bahkan, pada 2021, jumlah penduduk miskin dunia diprediksi bisa mencapai 679 juta.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penduduk Miskin Dunia Diprediksi 679 Juta Jika Vaksin Corona Belum Ditemukan di 2021
Ilustrasi kemiskinan. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan jumlah penduduk miskin di dunia terus meningkat dampak dari penyebaran Virus Corona. Bahkan, pada 2021, jumlah penduduk miskin dunia diprediksi bisa mencapai 679 juta.

"Secara global terjadi kemiskinan menjadi 664 juta dan 2021 diprediksi 679 juta apabila tidak ditangani secara baik," ujar Menko Airlangga dalam diskusi online, Jakarta, Selasa (16/6).

Peningkatan tersebut bisa terjadi karena masyarakat yang rentan miskin bisa turun kelas menuju miskin. Sebab, sejumlah pekerjaan dan lapangan usaha terimbas dari penyebaran Covid-19 yang sulit dibendung mengingat belum adanya vaksin.

"Apabila tidak ditangani secara baik, maka ini akan meningkatkan jumlah kemiskinan. Karena itu tadi, dengan adanya pandemi ini, orang yang rentan miskin menjadi miskin," jelas Menko Airlangga.

Turut Naikkan Pengangguran

Mantan Menteri Perindustrian tersebut menambahkan, pandemi virus asal Wuhan, China itu turut menyebabkan pengangguran di seluruh dunia. Tidak terkecuali Indonesia. Kondisi ini karena banyak perusahaan tak mampu bertahan hingga memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Akibat Covid-19 ini yang paling kita lihat adalah tingkat pengangguran yang meningkat. Jadi semuanya secara global terdampak baik bagi negara-negara besar termasuk Indonesia terjadi peningkatan pengangguran," tandasnya.

Rekomendasi