Menteri Teten: Telepon Saya Diserbu UMKM Terdampak Covid-19, Saya Prihatin

Kondisi UMKM di Indonesia saat ini mayoritas atau sekitar 98 persen bergerak di sektor mikro. Pada level mikro ini, kebanyakan pelaku usaha mengerjakan sendiri usahanya dan bersifat pendapatan harian.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Menteri Teten: Telepon Saya Diserbu UMKM Terdampak Covid-19, Saya Prihatin
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. ©2020 Merdeka.com

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebut bahwa sektor UMKM paling terdampak akibat pandemi covid-19. Pihaknya-pun menyiapkan beberapa strategi untuk menyelamatkan UMKM tersebut.

"UMKM paling terdampak, telepon saya diserbu oleh pelaku usaha yang mengeluh, saya dalam kondisi prihatin," kata Tetan dalam keterangannya kepada Liputan6.com, Rabu (15/4).

Dia menjelaskan, kondisi UMKM di Indonesia saat ini mayoritas atau sekitar 98 persen bergerak di sektor mikro. Pada level mikro ini, kebanyakan pelaku usaha mengerjakan sendiri usahanya dan bersifat pendapatan harian. Adanya wabah corona ini membuat mereka tidak bisa berjualan, sehingga tidak sanggup membayar cicilan.

Namun demikian, saat ini juga masih ada UMKM yang masih bisa bertahan di tengah kebijakan social distancing dengan memasarkan produknya secara online. Selain itu, ada juga UMKM yang banting stir beralih usaha karena melihat peluang di tengah wabah corona, seperti ada yang memproduksi Alat Pelindung Diri (APD), masker, hand sanitizer dan lainnya.

Meski begitu, pihaknya terus mempersiapkan solusi untuk mengatasi keluhan-keluhan dari pelaku UMKM tersebut. "Ada juga konveksi-konveksi yang beralih produksi membuat APD, masker, dan sekarang permintaan cukup besar ada juga yang membuat hand sanitizer," ujarnya.

Menteri Teten setidaknya menyiapkan 6 strategi untuk menyelamatkan UMKM dari wabah virus corona. Pertama yaitu memberikan relaksasi cicilan selama 6 bulan untuk UMKM, baik melalui KUR maupun juga lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), program mekar, dan lainnya juga sekaligus, bagi koperasi simpan pinjam.

"Saya kira akan menolong cash flow UMKM yang sulit bayar cicilan bantu untuk tidak bayar cicilan dan disubsidi pemerintah," ujarnya.

Kedua, pemerintah memberikan pinjaman baru untuk ultra mikro, di mana pinjamannya di bawah Rp10 juta dan sebarannya akan diperluas. Ini sesuai dengan arahan presiden yang meminta percepatan penambahan biaya bagi usaha ultra mikro yang kreditnya di bawah Rp10 juta melalui APBN yang dialokasikan maupun KUR.

"Kita akan menggunakan seluruh saluran melalui BRI, koperasi simpan pinjam, BPR syariah maupun fintech kita lihat mana yang lebih cepat secara teknologi agar bisa cepat turun ke pelaku usaha mikro," jelasnya.

Strategi ketiga yaitu penghapusan pajak kepada UMKM selama 6 bulan. Selanjutnya yang keempat, pemerintah akan menambah jumlah penerima bantuan sosial atau berbentuk tunai untuk pelaku usaha ultra mikro yang nanti dimasukan dalam jaminan sosial termasuk kartu prakerja, yang merupakan masuk ke dalam program besar pemerintah.

Kelima, pemerintah mengintegrasikan program jaminan sosial terutama kartu sembako murah dengan warung-warung sembako. Dengan dana yang digelontorkan melalui jaminan sosial ditujukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan bisa menggerakkan warung-warung tradisional.

"Kartu sembako murah bisa di integrasikan sehingga warung-warung itu bisa hidup dan ini sesuai dengan kebijakan sosial distancing, sehingga warung-warung yang dekat dengan warga bisa diantarkan, kami branding program ini belanja di warung tetangga," ujarnya.

Keenam atau yang terakhir yaitu alokasi anggaran untuk perkuat daya beli produk UMKM yang beli secara online. Namun untuk produk apa saja yang akan diberikan stimulus ini, menteri Teten mengatakan masih dalam tahap kurasi atau seleksi. Nantinya baik merchant maupun pembeli akan dapat diskon, cashback hingga 25 persen.

"kita memanfaatkan bulan Ramadan cash back 50 persen dan membelanjakan uangnya untuk produk UMKM, pemerintah juga meminta BUMN di sektor pangan bisa menyerap produk-produk UMKM yang rendah daya belinya seperti peternak ayam, dan lainnya untuk dibeli dahulu, kemudian oleh BUMN bisa di ekspor maupun dijual di pasar dalam negeri, sudah ada instruksi pusat, daerah dan BUMN untuk membeli produk UMKM," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi