BPJamsostek menargetkan sekitar 23,5 juta peserta baru pada 2020. Pihaknya optimistis target tersebut bisa tercapai lantaran pemerintah memperhitungkan perekonomian negara di tahun ini akan membaik.
"Kita rencana memasukan tenaga kerja baru itu 23,5 juta. Kita optimis ekonomi di tahun ini lebih baik. Jadi ini semua kita ikut optimisme pemerintah dengan tingkat investasi yang masuk begitu banyak, sehingga semua diarahkan ke sana, dan itu akan membuka lapangan kerja," tutur Direktur Kepesertaan BPJamsostek, EE Ilyas Lubis, di Jakarta, Selasa (14/1).
Kendati begitu, Ilyas menambahkan, masuknya anggota baru ini bukan berarti akan menambah jumlah total peserta BPJamsostek. Sebab, banyak peserta yang pola hubungan kerjanya berstatus kontrak, dan tidak jadi lanjut jadi anggota ketika masa kerjanya habis.
"Biasanya dari 23 juta yang tetap stay itu sekitar seperempatnya lah. 25-30 persen. Yang lainnya keluar masuk keluar masuk," terang direktur BPJamsostek tersebut.
Advertisement
Per 2019, Jumlah Peserta BPJamsostek Sebesar 54 Juta
Adapun jumlah total peserta BPJamsostek hingga akhir 2019 lalu terdiri dari sekitar 650 perusahaan pemberi kerja terdaftar dan sekitar 54,5 juta pekerja. Menurut Ilyas, perolehan tersebut turut didukung oleh pencapaian perusahaan di tahun lalu yang berhasil menarik peserta baru di atas target.
"Itu untuk 2019 kita berhasil menambah tenaga kerja itu banyak juga. 23 juta (peserta baru) lebih dari target kita 20,8 juta (orang)," pungkas Ilyas.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com