Pelaksana tugas Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mencari cara untuk melistriki wilayah terpencil yang sulit diakses.
Hal tersebut bertujuan untuk mengejar target pemerataan kelistrikan (rasio elektrifikasi) 100 persen pada 2020, dengan mengoptimalkan pengoperasian pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Kita lagi godok gimana caranya daerah yang susah mampu menyelesaikan masalah itu," kata Inten, di Jakarta, Selasa (19/11).
Dia menyebutkan, beberapa pilihan solusi untuk mengejar pemerataan kelistrikan, yaitu membuat sistem kelistrikan komunal dengan sumber energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH).
"Dengan komunal kecil-kecil yang kayak kita di NTT, apakah itu PLTS, biomassa dan PLTMH," tuturnya.
Dia melanjutkan, PLN juga mengusulkan pengoperasian Tabung Listrik (Talis) dengan mengkolaborasikan program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang digagas Kementerian ESDM. Usulan tersebut pun sedang digodok Kementerian ESDM, untuk menentukan langkah mempercepat pemerataan kelistrikan.
"ESDM akan mencoba meramu antara program ESDM dulu LTSHE dengan program PLN bisa di match-kan," tandasnya.
Advertisement
Pengaliran Listrik
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, butuh 1,1 juta rumah tangga teraliri listrik, untuk mencapai target rasio elektrifikasi sebesar 99 persen pada 2019. Realisasi rasio elektrifikasi nasional pada bulan September 2019 mencapai angka 98,86 persen.
Dari sekitar 1.103.859 rumah tangga tersebut, berdasarkan Basis Data Terpadu Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil verifikasi PLN, 710.008 rumah tangga diantaranya merupakan masyarakat tidak mampu. Namun, sudah ada jaringan listrik di lingkungan rumah mereka.
"Rumah tangga itu tidak dapat membayar sambungan pasang baru karena ketidakmampuan ekonomi," tuturnya.
Untuk melistriki 710.008 rumah tangga tidak mampu tersebut, pemerintah mengeluarkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 450 VA untuk masyarakat tidak mampu dari program sinergi BUMN, tanggung jawab sosial PT PLN (Persero), Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dianggarkan Pemerintah Daerah, program one man one hope PT PLN (Persero) dan program KESDM Peduli.
"Program BPBL mulai memperlihatkan hasil di mana masyarakat tidak mampu tersebut kini telah mendapatkan sambungan listrik dan rasio elektrifikasi nasional perlahan-lahan meningkat dan diperkirakan rasio elektrifikasi sampai akhir tahun 2019 sebesar 99,23 persen," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com