Bank BJB Siapkan Anggaran untuk Pembangunan Rumah Sederhana di Solo

Pemimpin Cabang BJB Surakarta, Bernard Aditya Respati mengatakan, sejauh ini baru 4 pengembang rumah sederhana yang menjadi mitra BJB. Pihaknya baru membiayai pembangunan sebanyak delapan unit rumah sederhana.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Bank BJB Siapkan Anggaran untuk Pembangunan Rumah Sederhana di Solo
BJB Kucurkan Anggaran Pembangunan Rumah Sederhana di Solo. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB) mulai tahun ini fokus dalam pembiayaan pembangunan rumah sederhana. Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tersebut sesuai dengan visi pemerintah.

Pemimpin Cabang BJB Surakarta, Bernard Aditya Respati mengatakan, sejauh ini baru 4 pengembang rumah sederhana yang menjadi mitra BJB. Pihaknya baru membiayai pembangunan sebanyak delapan unit rumah sederhana.

"Tahun ini kami fokus dalam pembiayaan pembangunan rumah sederhana, program FLPP," ujar Bernard di sela penandatanganan nota kesepahaman dengan tiga pengembang rumah FLPP di Ndalem Gondosuli, Solo, Senin (14/10).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan bersama tiga pengembang yaitu PT Adi Propertindo, PT Bumi Alam Madani, dan PT Wijitra Land Development.

Dengan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, dia berharap ke depan akan makin banyak rumah sederhana yang dibangun di Soloraya dengan pembiayaan BJB. Menurut dia, secara nasional pihaknya masih memiliki kuota untuk pembiayaan KPR FLPP.

"Dengan tiga pengembang ini kami tidak ada batasan maksimal untuk jumlah unit rumah yang terbangun," terangnya.

Namun jika kuota yang dimiliki cabang tidak mencukupi, BJB Cabang Solo akan menarik kuota dari cabang lain sesuai dengan unit rumah sederhana yang terbangun. Untuk harganya, BJB mengacu harga baru, yakni Rp 140 juta.

"Semampunya para pengembang akan kami biayai," tandasnya.

Sementara itu untuk prosedur pencairan, pihaknya tidak mematok waktu yang lama, yaitu hanya 14 hari kerja. Dengan waktu tersebut, diharapkan para pengembang bisa segera melengkapi berkas untuk selanjutnya diajukan ke BJB agar bisa segera cair kreditnya.

Secara umum, realisasi penyaluran KPR yang dikucurkan oleh BJB Cabang Solo dari awal hingga saat ini sudah mencapai Rp 13 miliar. Kendati demikian, angka ini masih didominasi oleh rumah komersial yang selama ini menjadi segmentasi utama untuk KPR BJB.

"Untuk KPR FLPP realisasinya baru sekitar Rp800 juta. Sekarang yang sudah masuk kuota kami ada 37 unit dan yang berkasnya sudah masuk per minggu kemarin ada 60 unit. Saat ini baru masuk antrean di pusat karena yang mengajukan kan bukan hanya Solo," jelasnya lagi.

Rekomendasi