BI Gelontorkan Rp4,17 Triliun Uang Baru di Solo Selama Lebaran 2019

Bank Indonesia menghabiskan uang pecahan baru sebesar Rp4,17 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran warga selama Lebaran 2019. Jumlah tersebut sedikit di bawah target atau prediksi awal kebutuhan uang pecahan baru masyarakat di wilayah Solo Raya sebesar Rp5,4 triliun.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
BI Gelontorkan Rp4,17 Triliun Uang Baru di Solo Selama Lebaran 2019
Penukaran uang baru di Blok M. ©2016 merdeka.com/anggun p situmorang

Bank Indonesia menghabiskan uang pecahan baru sebesar Rp4,17 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran warga selama Lebaran 2019. Jumlah tersebut sedikit di bawah target atau prediksi awal kebutuhan uang pecahan baru masyarakat di wilayah Solo Raya sebesar Rp5,4 triliun.

"Sebenarnya target kita Rp5,4 triliun. Dari data kami realisasinya hanya Rp4,17 triliun," ujar Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) BI Surakarta Bakti Artanta di Solo, Rabu (12/6).

Realisasi penukaran uang tahun ini lebih rendah jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 104,7 persen. Demikian juga untuk tahun 2017 yang mencapai 100,3 persen. Rendahnya penyaluran uang rupiah tersebut karena peredaran uang pecahan besar (UPB) dinilai masih cukup berlimpah di pasaran.

"Ternyata banyak uang yang masuk ke bank dari nasabah terutama pengusaha," terangnya.

Bakti menambahkan, dari total realisasi penyaluran uang tersebut, untuk uang pecahan kecil mencapai 86 persen dari yang dialokasikan. Sedangkan untuk uang pecahan besar, yaitu Rp50.000 dan Rp100.000 hanya 14 persen.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo M Taufik Amrozy menambahkan, kondisi tersebut cukup ideal. "Seharusnya memang tidak tergantung pada BI, jadi TUKAB-nya (transaksi uang kartal antarbank) jalan. Idealnya begitu, jalankan mekanisme antarbank dulu," jelasnya.

Rekomendasi