Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, angkat suara terkait dengan penghentian operasional PT Bank Rabobank di Indonesia. Sebagai otoritas lembaga keuangan OJK pun menghargai keputusan yang diambil oleh perusahaan tersebut.
"Soal intention bahwa rabo ingin mengakhiri operasinya di Indonesia ini merupakan keputusan dari korporasi. Kita hargai kalau memang ternyata mempunyai alasan-alasan yang menurut bisnis, pasti dia alasan bisnis ini lebih menguntungkan mereka kalau tidak beroperasi lagi di Indonesia. Kita hargai keputusan itu," kata Wimboh saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (2/5).
Kendati demikian, penghentian oprasional Rabobank tersebut juga harus mengikuti proses pengembalian izin perbankan dan izin usaha dari otoritas terkait. Kemudian selanjutnya adalah bagaimana kepentingan masyarakat nasabah juga perlu diperhatikan, artinya jangan sampai ada yang terganggu.
"Kita yakini, kita jamin tidak akan terganggu. Kita tentunya teknikal itu akan minta beberapa hal kepada Rabobank, untuk bisa menjamin continuitas para nasabah melakukan jasa perbankan," katanya.
Di samping itu, OJK juga telah menawarkan sejumlah opsi yakni pemindahan rekening nasabah ke bank lain. "Kita belum sampai sedetil itu teknisnya, tapi itu tidak sulit sebenernya. Ini kan bukan pertama kali. Ada beberapa cara lakukan, memberikan opsi ke nasabahnya untuk memindahkan rekeningnya pada bank lain. Tapi juga bagaimana kerjasama Rabobank dengan baik lain, bank mana yang bisa melakukan itu. Ini hanya beberapa opsi-opsi yang disiapkan," bebernya.
"Banyak hal yang harus kita bicarakan teknis lebih detil antara Rabobank terutama dengan kita sebagai otoritas pengawas, secara jelas," pungkas dia.
Seperti diberitakan, PT Bank Rabobank International Indonesia dalam suratnya kepada nasabah mengumumkan penghentian operasional Rabobank Indonesia atas wewenang pemegang saham pengendali. Pihak manajemen mengatakan, hal tersebut telah dilaporkan oleh bank kepada pengawas yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Keputusan ini merupakan keputusan yang sulit namun merupakan bagian utama dari strategi global Rabobank Group terkait visi Banking for food yang terfokus kepada rantai pasok internasional untuk sektor pangan dan agrikultur," tulis manajemen dalam keterangan tertulisnya.
Adapun penghentian operasional Rabo Nank akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, beberapa kantor cabang bakal ditutup. Saat ini izin penutupan kantor cabang telah disampaikan pula ke OJK.
Atas hal itu, Rabobank meminta para nasabah untuk menutup rekening di kantor cabang tempat pembukaan. "Selama penutupan kantor cabang, secara bertahap kami akan mengurangi layanan produk dan jasa perbankan yang selama ini diberikan kepada nasabah Rabobank. Pemberitahuan lebih rinci akan kami sampaikan secara terpisah," tulis manajemen.