Ketersediaan bahan baku jadi kunci dorong ekspor mebel Indonesia

Asosiasi memasang target ekspor produk mebel dan kerajinan senilai USD 1,9 miliar atau tumbuh 9 persen pada tahun ini. Namun dalam catatan asosiasi dengan mengumpulkan berbagai data, ekspor baru USD 1,3 miliar. Sedangkan pada 2016 lalu realisasi ekspor baru USD 1,65 miliar.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Ketersediaan bahan baku jadi kunci dorong ekspor mebel Indonesia
Pameran furniture. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Pengusaha mebel dan kerajinan di Tanah Air meminta pemerintah untuk menjamin ketersediaan baku. Dengan demikian, target ekspor dapat tercapai.

Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia, Abdul Sobur mengatakan, Indonesia merupakan negara sumber bahan baku kerajinan ketiga terbesar di dunia. Negara yang mempunyai stok bahan baku mebel di atas Indonesia hanya Brasil dan Zaire. Akan tetapi capaian penjualan ekspor produk Indonesia kalah dibandingkan negara non pemasok bahan baku seperti China hingga Vietnam.

"Artinya harusnya kami bisa punya ekspor besar. Karena itu, kami minta pemerintah jamin ketersediaan bahan baku," kata Sobur di sela International Woodworking Furniture Manufacturing Component Expo di Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/9)

Dia mengakui, meski ekspektasi tinggi, realitas ekspor jauh berada di bawah target. Asosiasi memasang target ekspor produk mebel dan kerajinan senilai USD 1,9 miliar atau tumbuh 9 persen pada tahun ini. Namun dalam catatan asosiasi dengan mengumpulkan berbagai data, ekspor baru USD 1,3 miliar. Sedangkan pada 2016 lalu realisasi ekspor baru USD 1,65 miliar.

"Artinya dalam 3 bulan harus dikejar USD 200 juta per bulan untuk mengejar target ini," katanya.

Sobur berharap, target ekspor bisa dipacu dengan diselenggarakannya Indonesia Trade Expo. Namun, langkah ini saja dinilai tidak cukup. Sebab, utuk memacu ekspor, Indonesia harus bersaing dengan produk Vietnam dan China. Kendala utama dengan persaingan ini adalah lebih mahalnya harga jual produk Indonesia. Padahal untuk jenis dan tipe produk yang sama.

Informasi saja, pameran International Furniture Manufacturing Components Exhibition (IFMAC) dan pameran Woodworking Machinery (WOODMAC) tengah digelar untuk mempersiapkan industri untuk menciptakan hasil produksi dan kinerja manufaktur yang lebih baik dengan menerapkan teknologi dan solusi baru yang dihadirkan pada pameran tahun ini.

Sebagai pameran dagang terpenting di Indonesia untuk pengadaan komponen manufaktur furnitur dan teknologi pertukangan, IFMAC dan WOOMAC pada tahun 2018 ini akan menghadirkan teknologi-teknologi dengan kualitas terbaik untuk industri furniture Indonesia yang sedang berkembang melalui produk-produk siap pakai, mesin, peralatan, dan sistem yang akan lebih memperkuat industri furnitur Indonesia.

Tahun ini, pameran diikuti lebih dari 300 perusahaan dari 23 negara, area pameran meningkat 25 persen dibandingkan tahun lalu. Selain diikuti peserta-peserta baru dari Finlandia, Denmark, Latvia, Gabon, dan lainnya. IFMAC dan WOODMAC untuk pertama kalinya menerima partisipasi dari 12 perusahaan di bawah Paviliun Jerman.

Rekomendasi