Bulog: Stok beras 1,2 juta ton, aman untuk 6 bulan ke depan

Ketersediaan beras saat ini terhitung cukup, bahkan berlebih untuk Bulan Ramadan nanti, dan bisa menyanggupi kebutuhan beras nasional hingga enam bulan ke depan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Bulog: Stok beras 1,2 juta ton, aman untuk 6 bulan ke depan
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso. ©Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana

Perum Bulog kembali menegaskan bahwa stok beras nasional sangat aman menghadapi Ramadan dan Lebaran 2018. Stok beras yang berada di gudang Bulog saat ini tercatat melebihi 1 juta ton, yakni sekitar 1,2 juta ton.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Karyawan Gunarso menyampaikan, jumlah stok beras yang mereka kelola senantiasa berubah secara jumlah, dari waktu ke waktu.

"Stok Bulog itu kan ada dua, yang cadangan beras pemerintah (CBP) dan beras komersil. Itu jumlahnya tidak diam, setiap jam terus bergerak. Pengadaan serapan lokal bergerak," tutur dia di Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (11/5).

Karyawan menegaskan, ketersediaan beras saat ini terhitung cukup, bahkan berlebih untuk Bulan Ramadan nanti, dan bisa menyanggupi kebutuhan beras nasional hingga enam bulan ke depan.

Dari data yang dihimpun Liputan6.com di situs bulog.co.id, jumlah cadangan beras yang mereka kelola per 8 Mei 2018 masih berjumlah di bawah 1,2 juta ton, yakni sekitar 1,09 juta ton.

"Rapat Koordinasi Nasional Februari 2018 memutuskan bahwa Perum Bulog harus memiliki cadangan beras pemerintah antara 1-1,5 juta ton. Begitu 1,5 juta ton tercapai, itu sudah sangat maksimal," ucapnya.

Perum Bulog saat ini memiliki sebanyak 1.553 gudang, dengan 133 di antaranya merupakan Gudang Daerah Terpencil (GDT). Keseluruhan gudang itu memiliki kapasitas daya tampung beras mencapai 4 juta ton.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai program beras kemasan 5 kg- 10 kg- 25 kg dan beras renceng 200 gram, dia menjawab itu sudah mulai tersalurkan ke masyarakat. Khusus beras renceng kemasan itu adalah salah satu strategi marketing Perum Bulog untuk mempermudah penyaluran beras.

"Bulog melihat peluang pasar lain, enggak hanya yang 5 kg, 10 kg dan 25 kg. Trennya masyarakat kan ingin simpel, ingin mudah, tinggal sobek dan langsung bisa dimasak, jadi kita sediakan itu," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi