Pengusaha akui ekspor alas kaki RI tinggal jauh dibanding China dan Vietnam

Berdasarkan data Aprisindo, nilai ekspor alas kaki China di Tahun 2017 mencapai 44, 886 miliar euro. Sedangkan nilai ekspor alas kaki Vietnam menembus angka 15,347 miliar euro.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Pengusaha akui ekspor alas kaki RI tinggal jauh dibanding China dan Vietnam
Pengusaha akui ekspor alas kaki RI tinggal jauh dibanding China dan Vietnam

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengklaim kinerja ekspor alas kaki Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai ekspor alas kaki Indonesia pada tahun 2017 yang mencapai 4,526 miliar euro. Angka ini naik dari nilai ekspor tahun sebelumnya sebesar 4,192 miliar euro.

Ketua Umum Aprisindo, Eddy Widjanarko mengatakan, peningkatan ekspor alas kaki Indonesia terjadi sejak tahun 2013. Pada tahun 2013 ekspor alas kaki Indonesia bernilai 2,906 miliar euro, naik di tahun 2014 menjadi 3,091 miliar euro, dan tahun 2015 pun naik ke 4,060 miliar euro.

"Ini membawa Indonesia untuk di Asia Pasifik menjadi eksportir alas kaki nomor 3 setelah China dan Vietnam," ungkapnya dalam Konferensi Pers, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/5).

Meski demikian, Wakil Ketua Bidang Sport Shoes dan Hubungan Luar Negeri Aprisindo, Budiarto Tjandra mengatakan, industri alas kaki dalam negeri perlu terus meningkatkan produktivitas, mengingat nilai ekspor Indonesia yang masih kalah jauh.

Diketahui berdasarkan data Aprisindo, nilai ekspor alas kaki China di Tahun 2017 mencapai 44, 886 miliar euro. Sedangkan nilai ekspor alas kaki Vietnam menembus angka 15,347 miliar euro.

"Bagaimana kita tingkatkan (industri alas kaki Indonesia). Kita lihat kompetitor kita, sekarang, Vietnam sudah belasan miliar euro. Kita naik, tapi naik sedikit-sedikit," jelasnya.

Tjandra mengatakan, potensi industri alas kaki di Indonesia masih sangat besar. Apalagi didukung dengan minat investor untuk menanamkan modal di sektor ini cukup tinggi.

"Industri sepatu ini dalam 2 terakhir investasi baru masuk di Jawa Tengah, sebagian di Jawa Timur. Ada 13 perusahaan besar. Itu (investasi) yang baru atau dia ekspansi atau buka pabrik lagi," tandasnya.

Rekomendasi