Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo mengakui bahwa inflasi komponen bergejolak (Volatile Food) menunjukkan peningkatan. Sumber utamanya adalah kenaikan harga cabai dan aneka bawang.
Di sisi lain, inflasi kelompok administered prices juga meningkat terutama didorong oleh penyesuaian atau kenaikan harga bensin non subsidi seperti Pertalite dan Pertamax.
Kendati demikian, BI optimis inflasi diprakirakan tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi 2018.
"Inflasi pada Maret 2018 tetap terkendali dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK pada Maret 2018 tercatat 0,20 persen (mtm), sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang tercatat 0,17 persen (mtm)," ujarnya.
Sementara itu, secara tahunan, inflasi IHK tercatat 3,40 persen (yoy) atau berada dalam kisaran sasaran inflasi 2018 sebesar 3,5±1 persen (yoy).
"Terkendalinya inflasi dipengaruhi oleh minimalnya tekanan inflasi inti, di tengah meningkatnya inflasi administered prices dan volatile food. Inflasi inti menurun sejalan dengan ekspektasi inflasi yang tetap terjaga, ditopang oleh konsistensi kebijakan moneter serta koordinasi yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah dalam mengendalikan inflasi."