Genjot jumlah petani muda, DPP Pemuda Tani gelar pelatihan pertanian organik

Tugas Pemuda Tani Indonesia mengkampanyekan ayo bertani bagi pemuda melalui dialog motivasi ke sekolah dan kampus, pelatihan pertanian dan pendampingan bisnis berupa pembuatan lahan percontohan, jaringan pasar sampai pinjaman permodalan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Genjot jumlah petani muda, DPP Pemuda Tani gelar pelatihan pertanian organik
DPP Pemuda Tani gelar pelatihan pertanian organik. ©2018 Merdeka.com

Ketua Harian Pemuda Tani Indonesia, Suroyo mengatakan, saat ini Indonesia dan dunia memiliki masalah dalam hal regenerasi petani. Menurutnya, minat pemuda untuk bertani saat ini sangat minim. Banyak pemuda atau sarjana pertanian yang lari dari sektor pertanian. Sebab, image yang di bangun petani adalah kaum yang susah, cenderung miskin dan sebuah profesi yang tidak menjanjikan.

"Padahal jika di kelola dengan baik, sektor pertanian memberikan kesempatan yang besar untuk menjadi sukses. Oleh karena itu, tugas Pemuda Tani Indonesia mengkampanyekan ayo bertani bagi pemuda melalui dialog motivasi ke sekolah dan kampus, pelatihan pertanian dan pendampingan bisnis berupa pembuatan lahan percontohan, jaringan pasar sampai pinjaman permodalan," katanya dikutip dari keterangan di Jakarta, Jumat (9/3).

Melihat fakta ini, DPP Pemuda Tani Indonesia mengadakan pelatihan pertanian organik di Pusat Pelatihan Pertanian Somya Pertiwi di Desa Mangesta Kecamatam Panebel Kabupaten Tabanan Bali. Pelatihan ini merupakan rangkaian agenda International DPP Pemuda Tani Indonesia bertajuk 'ASEAN Farmers Youthcamp 1'.

Dalam pelatihan ini, peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri ini di ajarkan tentang pertanian organik. Mulai dari mengolah lahan, penanaman, pembuatan pupuk organik sampai proses penggilingan beras organik.

Peserta pelatihan asal Brazil, Diego mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pembangunan motivasi bagi pemuda untuk bertani. Dia berharap agar tercipta banyak agropreneur muda yang siap menyuplai kebutuhan pertanian Indonesia dan dunia. Diego juga berharap agar kegiatan ASEAN Youth Farmer ke dua segera di laksanakan lagi.

Senada dengan Diego, Hasan peserta kegiatan asal Jawa Timur mengatakan bahwa dirinya sangat bangga bisa mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan banyak ilmu, Hasan juga mengatakan mendapatkan banyak jaringan karena mengikuti kegiatan ini. Hal ini sangat bermanfaat bagi bisnis pertanian yang sedang dia kembangkan.

Dalam kegiatan ini, para peserta juga belajar di Jatiluwih Rice terraces sebuah persawahan yang telah di akui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, peserta melihat bagaimana konsep pertanian organik dan berkelanjutan. Selain itu, peserta juga di ajak untuk mengunjungi pengolahan cokelat. Dalam kesempatan ini peserta di ajarkan bagaimana cara mengolah kakao menjadi coklat yang siap di konsumsi.

Acara ini juga dapat dukungan langsung dari banyak sponsor yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PLN (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero) Tbk, PT Jasa Raharja Persero dan Bank Indonesia.

Rekomendasi