Disemprot Jokowi, bos BKPM sebut karena pertumbuhan investasi kalah dari negara ASEAN

Kendati demikian, Thomas menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan. Sebab, jika dilihat dari segi nominal, investasi Indonesia masih aman. Thomas mengungkapkan kondisi investasi di Indonesia pada 2016 mengalami penurunan. Namun, mampu bertumbuh pada 2017 meski tidak sebesar negara tetangga.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Disemprot Jokowi, bos BKPM sebut karena pertumbuhan investasi kalah dari negara ASEAN
Thomas Lembong. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, mengatakan ada kabar buruk yang terjadi di investasi Indonesia. Di mana, kinerja investasi Indonesia kalah dari negara lain di Asia.

"Ada kabar buruk, kabar buruknya kita masih kalah jauh dengan negara tetangga," kata Thomas dalam acara Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (3/2).

Kendati demikian, Thomas menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan. Sebab, jika dilihat dari segi nominal, investasi Indonesia masih aman.

"Ibu bapak (kemendag) jangan kecil hati, tiga hari lalu dimarahin Pak Presiden (Joko Widodo). Investasi (BKPM) juga kalah jauh, mulai ditinggal oleh negara tetangga. Memang secara nominal masih oke antara USD 25-35 miliar per tahun, tapi pertumbuhannya mulai mengkhawatirkan. Ini angka tahun 2015-2016," ujarnya.

Thomas mengungkapkan, investasi langsung beberapa negara tetangga pada 2016, di mana India mencatat pertumbuhan foreign direct investment (FDI) sebesar 30 persen dan Filipina 38 persen dalam setahun.

"Memang (Indonesia) masih kecil, Malaysia kenaikannya 50 persen tahun ke tahun."

Thomas mengungkapkan kondisi investasi di Indonesia pada 2016 mengalami penurunan. Namun, mampu bertumbuh pada 2017 meski tidak sebesar negara tetangga. "Berkat kerja keras Presiden dan Wakil Presiden, 2017 kita mengalami recovery. FDI kita naik 11 persen dalam USD," jelasnya.

Rekomendasi