Berpengalaman urus blok migas, Pertamina PD bisa tingkatkan produksi Blok Mahakam

Pertamina sudah berpengalaman dalam mengelola lapangan migas paska terminasi sekaligus meningkatkan produksi migas di lapangan tersebut. Salah satu contoh yang disebutkan Bambang adalah pengelolaan blok migas untuk lapangan Offshore North West Java (ONWJ) pada tahun 2009.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Berpengalaman urus blok migas, Pertamina PD bisa tingkatkan produksi Blok Mahakam
Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Anak usaha Pertamina, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mulai mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam, Kalimantan Timur, per 1 Januari 2018 mendatang. Saat ini, Blok Mahakam dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation yang akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2017.

Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Bambang Manumayoso optimis dapat menjaga tingkat produksi di Blok Mahakam.

"Kami optimis bisa menjaga tingkat produksi di Blok Mahakam," ungkapnya di Hong Kong Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/11).

Menurut dia, Pertamina sudah berpengalaman dalam mengelola lapangan migas paska terminasi sekaligus meningkatkan produksi migas di lapangan tersebut. Salah satu contoh yang disebutkan Bambang adalah pengelolaan blok migas untuk lapangan Offshore North West Java (ONWJ) pada tahun 2009, di mana Pertamina mendapatkan hak operatorship.

"Setelah lima tahun berjalan, blok di Pantai Utara Jawa Barat tersebut mencatatkan trend peningkatan produksi hingga 12 persen. Di mana produksi migas dari 23.1 MBOPD pada tahun 2009, meningkat menjadi 40.3 MBOPD," kata dia.

Demikian halnya dengan pengelolaan Blok West Madura Offshore (WMO) yang diambil alih dari Kodeco pada 2011. Dalam kurun waktu empat tahun, Pertamina mampu meningkatkan produksi sebesar 14 persen, yakni dari 13.7 MBOPD di tahun 2011 menjadi 20.3 MBOPD.

"Kami optimis. Di Blok Mahakam kami telah melakukan pengeboran 11 sumur di Tunu dan Handil Field, dari 15 sumur yang akan dibor Pertamina hingga tahun 2018,” jelas Bambang.

Selain mengelola Blok Mahakam, Pertamina melalui Pertamina Hulu Indonesia (PHI) juga siap mengelola beberapa blok terminasi lain, seperti Sanga-Sanga dan Attaka.

Rekomendasi