Selain Boeing, 4 perusahaan multinasional ini pecat ratusan karyawan

Pabrikan pesawat dan senjata, Boeing Co, berencana memecat ratusan karyawannya. Pemecatan akan dimulai sejak 23 Juni mendatang. Wakil Direktur Teknik Boeing, John Hamilton, mengatakan pemecatan ini dilakukan karena perusahaan asal Amerika Serikat ini sedang mengalami penurunan penjualan.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Selain Boeing, 4 perusahaan multinasional ini pecat ratusan karyawan
Perakitan Boeing 737. ©REUTERS/David Ryder

Pabrikan pesawat dan senjata, Boeing Co, berencana memecat ratusan karyawannya. Pemecatan akan dimulai sejak 23 Juni mendatang.

Dilansir dari Russia Today, Wakil Direktur Teknik Boeing, John Hamilton, mengatakan pemecatan ini dilakukan karena perusahaan asal Amerika Serikat ini sedang mengalami penurunan penjualan. Maka perusahaan berusaha menekan biaya operasional.

"Kita mengadakan PHK gelombang kedua untuk pekerja yang berada di Washington dan cabang lain," tulis Hamilton.

Pada awal tahun ini, sebanyak 1.500 mekanik dan 305 insinyur telah setuju secara sukarela meninggalkan Boeing.

Pada 2016, pendapatan Boeing turun 1,6 persen menjadi USD 94,6 miliar. Sementara, sejak Maret 2016, menurut data Bloomberg tenaga kerja Boing juga merosot 7,6 persen menjadi tinggal 146.962 pekerja.

Usai pengumuman PHK ini, pada penutupan perdagangan kemarin, menurut Market Watch saham Boeing naik 18 poin menjadi USD 2,62.

Selain Boeing, masih banyak perusahaan multinasional yang memecat ratusan karyawannya. Berikut daftarnya.

Twitter

Twitter mencatat rugi bersih pada kuartal III-2016 hingga USD 103 juta atau Rp 1,34 triliun. Untuk itu, Twitter berencana memecat lebih dari 300 pekerjanya di seluruh dunia, baik dari divisi penjualan dan pemasaran.

CEO Twitter Jack Dorsey mengatakan hal ini untuk menutupi gap kerugian, di mana pada kuartal yang sama perusahaan media sosial ini hanya membukukan pendapatan mencapai USD 616 juta atau Rp 8,03 triliun, dengan pengguna aktif Twitter tumbuh hingga 370 juta akun per bulannya.

"Kami melihat peluang yang sangat besar untuk meningkatkan pertumbuhan karena kami terus meningkatkan layanan inti. Kami memiliki rencana yang jelas, dan kami membuat perubahan yang diperlukan untuk memastikan Twitter diposisikan untuk pertumbuhan jangka panjang," kata Jack.

Dia menambahkan, keputusan ini juga bertujuan untuk merestrukturisasi perusahaan. Mengingat, 5 dari petinggi Twitter mengundurkan diri pada awal tahun.

Selain itu, perusahaan ini juga terlalu mengandalkan video untuk menarik lebih banyak pengguna. Bahkan, banyak rumor mengatakan Twitter tengah mencari investor untuk membeli saham perusahaan, di mana Disney, Softbank, dan Salesforce dikabarkan tertarik untuk membeli Twitter.

Sayangnya, CEO Salesforce menegaskan perusahaannya tidak membuat kesepakatan tersebut. "(Twitter) tidak pas untuk kita," katanya.

Hewlett Packard

HP Inc berencana akan memangkas atau memecat antara 3.000 hingga 4.000 pegawainya dalam tiga tahun ke depan.

CEO perusahaan Silicon Valley itu, Dion Weisler, mengatakan dalam pertemuan para analis di New York bahwa langkah ini ditambah pengurangan 3.000 pegawai yang HP umumkan sebelumnya, diperlukan karena merosotnya permintaan untuk komputer pribadi dan printer.

Pada hari yang sama, HP mengumumkan laporan prospek keuangan untuk tahun fiskal 2017, yang dimulai pada November. Perusahaan memproyeksikan laba disesuaikan per saham akan menjadi USD 1,55-USD 1,65 pada tahun fiskal baru, dan arus kas USD 2,3 sampai USD 2,6 miliar.

HP, yang dipisahkan tahun lalu dari Hewlett Packard Enterprise, atau HPE, kini memiliki sekitar 50.000 karyawan. Direktur keuangan, Cathie Lesjak mengatakan jika pemotongan itu hingga tingkat 4.000, sekitar 1.000 pekerjaan dapat dialihdayakan.

Ericsson

Perusahaan pembuat alat telekomunikasi, Ericsson mengumumkan bakal memecat 3.000 hingga 4.000 karyawan di Swedia. Ericsson telah menyampaikan niatan ini kepada pemerintah setempat.

Pada April lalu, Ericsson telah mengumumkan bakal melakukan restrukturisasi perusahaan dengan melakukan penghematan USD 1 miliar. Penghematan ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan perusahaan.

"Pemerintah telah diberitahu tentang rencana Ericsson untuk melakukan penghematan biaya terbesar sepanjang sejarah," ucap sumber terpercaya.

"Seperlima karyawan harus meninggalkan grup ini."

Perusahaan mempunyai sekitar 116.000 karyawan di seluruh dunia dan 15.000 di antaranya berada di Swedia.

Petronas

Tahun ini nampaknya bukan menjadi tahun yang baik bagi Petroliam Nasional Bhd (Petronas). Sebab, perusahaan minyak dan gas (migas) asal Malaysia tersebut harus memangkas lagi ratusan karyawannya.

Pengurangan karyawan dilakukan karena harga minyak dunia yang terus melemah. Perusahaan yang memberi kontribusi keuntungan paling banyak dari minyak dan gas bagi pemerintah Malaysia itu mengatakan, pada bulan Maret lalu telah memecat 1.000 karyawannya.

Laba Petronas tercatat anjlok sebesar 96 persen pada Maret sampai Juni lalu. Laba bersih tersebut turun menjadi hanya RM 348 juta dibanding periode yang sama tahun lalu mencapai RM 9,1 miliar.

Pemangkasan karyawan dilakukan setelah Petronas mengatakan akan melakukan penghematan sebesar USD 11,4 miliar dalam 4 tahun ke depan. Tercatat, sebelum pemangkasan karyawan dilakukan, jumlah pekerja di Petronas mencapai 53.000 karyawan pada akhir 2015.

Mengutip pernyataan dari Petronas, pemangkasan karyawan dilakukan sebagai strategi bisnis dalam menyesuaikan dengan perubahan permintaan pasar.

"Transformasi ini dilakukan di seluruh lini usaha Petronas, termasuk anak usaha Petronas," kata perusahaan dalam pernyataannya.

Rekomendasi