OJK soal IHSG cetak sejarah: Mayoritas didukung aksi beli asing

OJK soal IHSG cetak sejarah: Mayoritas didukung aksi beli asing. Pasar modal Indonesia baru saja mengalami momen bersejarah yakni kapitalisasi pasar BEI mencapai tertinggi sepanjang masa yang menembus Rp 6.012 triliun. Laju IHSG, pekan ini, juga ditutup pada level tertinggi sepanjang berdirinya BEI di 5.540,43 poin.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OJK soal IHSG cetak sejarah: Mayoritas didukung aksi beli asing
Bursa Efek Indonesia. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Pasar modal Indonesia baru saja mengalami momen bersejarah yakni kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai tertinggi sepanjang masa yang menembus Rp 6.012 triliun. Laju Indeks Harga Saham gabungan (IHSG), pekan ini, juga ditutup pada level tertinggi sepanjang berdirinya BEI di 5.540,43 poin. Kepala Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida mengatakan rekor pencapaian indeks tertinggi beberapa waktu lalu, mayoritas didukung oleh aksi beli investor asing."Kemarin nett buy (aksi beli) asing lumayan besar sampai Rp 2 triliun lebih. Jadi sebetulnya rekor pencapaian indeks karena banyak transaksi banyak permintaan sehingga meningkat harga-harga," ujar Nurhaida di Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (18/3).Nurhaida mengatakan puncak pencapaian IHSG tidak terlepas dari kondisi domestik dan global yang terus membaik. Namun demikian, dia meminta BEI tetap melakukan langkah inovasi."Kemudahan-kemudahan harus tetap kita lakukan supaya market lebih menarik dan efisien. Market yang didesain demikian dipercaya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia," ungkapnya. Sebelumnya, Kepala Divisi Komunikasi PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono mengatakan capaian kapitalisasi pasar tertinggi yang menembus Rp 6.012 triliun menjadi catatan sejarah sepanjang 24 tahun perjalanan perusahaan sejak pertama kali swastanisasi dilakukan di 13 Juli 1992 silam."Pencapaian rekor kapitalisasi pasar tertinggi tersebut membuktikan bahwa perdagangan efek di BEI semakin prospektif dan likuid. BEI berharap nilai kapitalisasi pasar dapat terus tumbuh, yang sejalan dengan peningkatan level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sehingga dapat memberikan imbal hasil bagi para investor di pasar modal Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta. Dengan pencapaian ini, lanjutnya, BEI akan terus berupaya untuk menjadi Bursa terbesar di Asia Tenggara pada 2020 mendatang.

Rekomendasi