Tarif listrik ratusan ribu pelanggan 900 VA mulai naik

Perusahaan Listrik Negara (Persero) Area Pontianak, mencabut subsidi sebanyak 49.000 pelanggan listrik dengan daya 900 Volt Ampere (VA). Sementara itu, sebanyak 147.762 pelanggan R1 atau 900 volt ampere di Sulawesi Utara terhitung Januari 2017 tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Tarif listrik ratusan ribu pelanggan 900 VA mulai naik
pln. Merdeka.com

Perusahaan Listrik Negara (Persero) Area Pontianak, mencabut subsidi sebanyak 49.000 pelanggan listrik dengan daya 900 Volt Ampere (VA) di kawasan Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

"Dari data kami, ada sekitar 51 ribu pelanggan dengan daya 900 VA yang ada di Kota Pontianak, dari jumlah itu sebanyak 49 ribu pelanggan yang akan kami cabut subsidi listriknya," kata Kepala Cabang PLN Area Pontianak, Hitler SP Hogatorop seperti ditulis Antara Pontianak, Senin (23/1).

Dia menjelaskan, sisanya sekitar dua ribu pelanggan dengan kapasitas sama masih bisa menikmati subsidi listrik dari pemerintah. "Pencabutan subsidi listrik tersebut, nantinya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat," ungkapnya.

Menurut dia, kebijakan pengalihan subsidi listrik tersebut ditentukan langsung oleh pemerintah pusat. Sedangkan sebagian pelanggan yang masih diberikan fasilitas subsidi listrik juga ditentukan dari pemerintah pusat dengan kriteria tertentu, salah satunya termasuk kategori miskin.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, terkait dengan akan dicabutnya subsidi listrik tersebut, pihaknya tidak mempunyai kewenangan sebab kebijakan tersebut langsung dari pemerintah pusat.

"Namun dalam hal ini, kami juga akan ikut membantu mensosialisasikan kebijakan pengalihan subsidi ini kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 147.762 pelanggan R1 atau 900 volt ampere di Sulawesi Utara terhitung Januari 2017 tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah, karena dinilai sudah tidak layak menerima bantuan subsidi tersebut.

"Pemerintah secara resmi memberlakukan penyesuaian tarif listrik bagi 147.762 pelanggan R1/900 volt ampere di Sulut," kata General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) Baringin Nababan di Manado.

Penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan 900 watt ini dilakukan berdasarkan pemadanan data yang dilakukan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dengan PT PLN (Persero) sepanjang tahun 2016.

"Tidak semua pelanggan 900 VA dikenakan penyesuaian tarif listrik," katanya.

Setidaknya masih ada 30.131 pelanggan R1/900 volt ampere di Sulut yang menikmati tarif listrik yang disubsidi pemerintah. "Angka ini setara dengan 16,93 persen dari total pelanggan R1/900 volt ampere yang ada di Sulut," jelasnya.

Pelanggan rumah tangga ini cukup membayar Rp 586/kWh, dari tarif keekonomian listrik nasional yakni Rp 1.460/kWh, sedangkan sisanya yakni Rp 875/kWh disubsidi pemerintah.

PT PLN (Persero), mulai 1 Januari 2017 memberlakukan kenaikan tarif listrik secara bertahap bagi rumah tangga golongan mampu dengan daya 900 VA. Kebijakan pencabutan subsidi listrik ini dilakukan pemerintah antara lain bertujuan mengalihkan subsidi listrik untuk pembiayaan pembangunan lainnya.

Selain itu juga untuk memberikan subsidi tepat sasaran. Pelanggan rumah tangga mampu 900 VA tersebut akan dikenakan kenaikan tarif dari sebelumnya bersubsidi menjadi keekonomian atau nonsubsidi secara bertahap.

Kenaikan tarif dilakukan setiap dua bulan sekali, yakni 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, 1 Mei 2017, dan 1 Juli 2017.

Rekomendasi