Pengamat INDEF, Heri menyebut produktivitas dan daya saing Indonesia masih rendah dan sulit bersaing dengan negara lain. Industri manufaktur yang membutuhkan produktivitas pekerja masih sulit maju di Tanah Air.
Menurut Heri, salah satu faktor penyebab rendahnya daya saing Indonesia adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang masih rendah. Belum ada peningkatan tenaga kerja.
"Kalau tenaga kerja saja masih rendah bagaimana mau maju," ujarnya di Jakarta, Rabu (29/12).
Tak hanya itu, dari faktor inovasi dan teknologi Indonesia juga masih tergolong lambat. Indonesia belum mampu membangun teknologi secanggih negara lain. Faktor lain membuat daya saing Indonesia masih rendah adalah harga energi yang masih mahal.
"Semuanya terlihat dari kebijakan pemerintah yang ingin mengambil jalan pintas. Maka dari itu produktivitas kita susah untuk meroket," pungkasnya.